ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Latar belakang: Restenosis in-stent (ISR) adalah peristiwa pembentukan kembali aterosklerosis koroner setelah implantasi stent dalam intervensi koroner perkutaneus. Kejadian ISR telah berkurang secara signifikan sejak diperkenalkan stent elusi obat. Namun, ISR masih dapat terjadi, dan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tersebut belum ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor risiko restenosis in-stent koroner pada stent elusi obat. Metode: Studi tentang faktor dan risiko ISR pada pasien dengan stent elusi obat dicari secara sistematis di basis data (PubMed, ScienceDirect, Springer, Google Scholar, dan ProQuest) pada tanggal 20 September 2023. Rasio peluang (OR) dan perbedaan rata-rata (MD) dianalisis menggunakan Review Manager 5.4. Hasil: Diabetes mellitus (OR 1,73 [95% CI 1,56-1,91] p < 0,00001) dan merokok (OR 1,24 [95% CI 1,13-1,36] p < 0,0001) adalah karakteristik klinis pasien yang terkait dengan ISR pada DES. Hal ini erat kaitannya dengan kontribusi diabetes mellitus dalam meningkatkan adhesi trombosit dan merokok dalam meningkatkan hiperplasia intimal. Seperti pada karakteristik angiografi, lesi stent di LAD (OR 1,20 [95% CI 1,07-1,35] p = 0,002) dan panjang stent (MD 3,61 [95% CI 1,81-5,42] p < 0,0001) berkorelasi dengan kejadian ISR. Setiap kelebihan panjang stent satu milimeter secara signifikan meningkatkan risiko ISR. Oleh karena itu, mengurangi kelebihan panjang stent dapat berkontribusi pada risiko ISR yang lebih rendah pada DES. Kesimpulan: Identifikasi faktor risiko yang berkontribusi pada ISR pada DES dapat membantu kardiolog memodifikasi faktor yang dapat ditelusuri dan mencegah terjadinya ISR.

Dari penelitian kami, kami menemukan bahwa diabetes mellitus dan merokok terkait dengan insiden ISR pada DES.Selain itu, sebagai karakteristik angiografi, lesi stent di LAD, RCA, dan panjang stent dapat berkontribusi pada ISR pada DES.Dengan mengidentifikasi faktor risiko ISR pada DES, kardiolog dapat memodifikasi faktor yang dapat ditelusuri.Dengan demikian, ISR pada DES dapat dicegah.Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjelaskan mekanisme di balik setiap faktor risiko dalam berkontribusi pada kejadian ISR.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme di balik setiap faktor risiko dalam berkontribusi pada kejadian ISR. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara panjang stent dan risiko ISR, serta peran lesi stent di LAD dan RCA dalam berkontribusi pada ISR. Dengan memahami faktor-faktor ini secara lebih mendalam, intervensi yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mencegah ISR pada pasien dengan stent elusi obat.

  1. Analysis of the relationship between RC and ISR | IJGM | Dove Medical Press. analysis relationship rc... doi.org/10.2147/IJGM.S348148Analysis of the relationship between RC and ISR IJGM Dove Medical Press analysis relationship rc doi 10 2147 IJGM S348148
  2. Blood Cell Parameters and Predicting Coronary In-Stent Restenosis - Zhichao Wang, Chi Liu, Hong Fang,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0003319719830495Blood Cell Parameters and Predicting Coronary In Stent Restenosis Zhichao Wang Chi Liu Hong Fang journals sagepub doi 10 1177 0003319719830495
  3. Comprehensive analysis of predictive factors for rapid angiographic stenotic progression and restenosis... doi.org/10.1002/jcla.22666Comprehensive analysis of predictive factors for rapid angiographic stenotic progression and restenosis doi 10 1002 jcla 22666
  4. Analysis of the Correlation Between the Ratio of Monocytes to High-Density Lipoprotein Cholesterol and... doi.org/10.1177/10760296221079334Analysis of the Correlation Between the Ratio of Monocytes to High Density Lipoprotein Cholesterol and doi 10 1177 10760296221079334
Read online
File size642.2 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test