JK RISKJK RISK
Jurnal Klinik dan Riset KesehatanJurnal Klinik dan Riset KesehatanBedah pintas arteri koroner (Coronary artery bypass grafting (CABG)) merupakan penyebab utama stroke iatrogenik. Berdasarkan literatur, insiden stroke setelah CABG berkisar antara 1,1% hingga 5,7% dan terjadi paling sering dalam 48 jam pertama pascaoperasi. Risiko stroke setelah CABG dikaitkan dengan tingkat kematian yang jauh lebih tinggi. Pasien laki-laki 62 tahun dengan faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus dengan coronary artery disease 3 vessel disease left main disease (CAD3VD LM disease) direncanakan untuk dilakukan tindakan CABG. Pada pasien, data preoperatif menunjukkan adanya kardiomegali pada foto toraks, pemeriksaan ultrasonografi dupleks karotis dan ektremitas yang normal serta ekokardiografi yang menunjukkan penurunan fraksi ejeksi dan regional wall motion abnormality (RWMA). Prosedur CABG dilakukan selama 7 jam dengan on pump procedure dengan cardiopulmonal bypass (CPB) time 232 menit dan aortic clamp time 123 menit. Dua hari pasca-CABG, pasien mengalami komplikasi berupa stroke infark yang terdokumentasi pada hasil CT scan. Komplikasi stroke ini menyebabkan waktu rawat inap pasien menjadi lebih panjang yaitu selama 14 hari perawatan. Mekanisme kejadian stroke pasca-CABG dibedakan menjadi proses emboli dan hipoperfusi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Beberapa faktor diketahui sangat mempengaruhi kejadian stroke pasca-CABG termasuk faktor preoperatif, perioperatif dan pascaoperatif. Pada pasien ini, faktor risiko hipertensi, diabetes melitus tipe II, penurunan fraksi ejeksi disertai faktor perioperatif seperti peningkatan CPB time dan aortic clamp time serta manipulasi aorta dengan prosedur on pump meningkatkan risiko stroke pada pasien.
Stroke merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi selama atau setelah prosedur CABG.Beberapa faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kejadian stroke setelah CABG meliputi faktor risiko preoperatif, perioperatif dan pascaoperatif yang dapat menyebakan kondisi emboli dan hipoperfusi pada saat dan setelah tindakan CABG.Pada pasien yang kami laporkan, terdapat beberapa faktor risiko preoperatif seperti usia >60 tahun, faktor risiko diabetes melitus dengan HbA1c diatas 7,6% serta hipertensi.juga faktor memegang peranan penting terhadap kejadian stroke setelah CABG seperti pada pasien dengan on-pump, manipulasi aorta dan CPB time yang memanjang, yang menambah risiko terjadinya stroke pasca-CABG.Penilaian preoperatif yang baik, perencanaan bedah yang cermat, dan pemantauan pascaoperatif sangat penting terkait dalam mengurangi risiko yang dengan stroke.
Berdasarkan studi kasus ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk meningkatkan pemahaman dan penanganan stroke pasca-CABG. Pertama, penelitian prospektif dengan kohort besar diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko independen yang paling signifikan terhadap kejadian stroke pasca-CABG, termasuk evaluasi lebih mendalam terhadap peran faktor genetik dan inflamasi. Kedua, penelitian intervensi yang membandingkan teknik CABG on-pump dengan off-pump pada pasien dengan faktor risiko tinggi, seperti usia lanjut atau penyakit karotis, dapat memberikan bukti lebih kuat mengenai strategi bedah yang paling efektif untuk meminimalkan risiko stroke. Ketiga, pengembangan dan validasi alat prediksi risiko stroke pasca-CABG yang akurat, berdasarkan kombinasi faktor klinis, laboratorium, dan pencitraan, dapat membantu dalam stratifikasi risiko pasien dan personalisasi strategi pencegahan.
| File size | 324.84 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Kepuasan terapi mempengaruhi keputusan yang berhubungan dengan kesehatan pasien dan terkait dengan perilaku pengobatan yang berdampak pada hasil pengobatan.Kepuasan terapi mempengaruhi keputusan yang berhubungan dengan kesehatan pasien dan terkait dengan perilaku pengobatan yang berdampak pada hasil pengobatan.
UMLAUMLA Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross‑sectional, melibatkan 38 pasien prolanis diabetes tipe 2 berusia >26 tahun dengan totalMetode: Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross‑sectional, melibatkan 38 pasien prolanis diabetes tipe 2 berusia >26 tahun dengan total
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan nilai ABI sesudah dilakukan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan nilai ABIHasil penelitian menunjukkan ada peningkatan nilai ABI sesudah dilakukan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan nilai ABI
CERICCERIC Dimensi tampilan fisik mendapatkan nilai paling rendah dalam kepuasan pasien di antara dimensi yang lain. Hasil penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaanDimensi tampilan fisik mendapatkan nilai paling rendah dalam kepuasan pasien di antara dimensi yang lain. Hasil penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan
CERICCERIC Kepala ruang sebagai manajer lini pertama berperan penting dalam mendukung perawat dalam berperilaku baik terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi.Kepala ruang sebagai manajer lini pertama berperan penting dalam mendukung perawat dalam berperilaku baik terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi.
CERICCERIC Model Konservasi Levine direkomendasikan untuk dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kanker yang mengalami gangguan tidurModel Konservasi Levine direkomendasikan untuk dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kanker yang mengalami gangguan tidur
CERICCERIC Perencanaan pulang anak dengan pneumonia hendaknya diberikan secara terstruktur guna mendukung terlaksananya asuhan keperawatan anak yang berpusat padaPerencanaan pulang anak dengan pneumonia hendaknya diberikan secara terstruktur guna mendukung terlaksananya asuhan keperawatan anak yang berpusat pada
CERICCERIC Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang kode etik keperawatan dan caring pada mahasiswa keperawatan. Jenis penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang kode etik keperawatan dan caring pada mahasiswa keperawatan. Jenis penelitian
Useful /
JK RISKJK RISK Teknik operatif menjadi pilihan jika tatalaksana konservatif tidak berhasil dilakukan, adanya risiko emboli paru yang fatal dengan risiko perdarahan rendah,Teknik operatif menjadi pilihan jika tatalaksana konservatif tidak berhasil dilakukan, adanya risiko emboli paru yang fatal dengan risiko perdarahan rendah,
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Dengan menjembatani kritik Taylor dengan realitas politik Indonesia, studi ini tidak hanya berkontribusi pada perdebatan teoretis tentang liberalisme danDengan menjembatani kritik Taylor dengan realitas politik Indonesia, studi ini tidak hanya berkontribusi pada perdebatan teoretis tentang liberalisme dan
UKMCUKMC Meningkatkan frekuensi penggunaan platform, meningkatkan konten dan interaksi, serta mendorong keterlibatan aktif dan menyediakan lingkungan belajar yangMeningkatkan frekuensi penggunaan platform, meningkatkan konten dan interaksi, serta mendorong keterlibatan aktif dan menyediakan lingkungan belajar yang
UKMCUKMC The result of this research shows that there is a strong correlation between writing competence and lexical error. The factors that give influence to thisThe result of this research shows that there is a strong correlation between writing competence and lexical error. The factors that give influence to this