UNIMEDUNIMED

JURNAL PRESTASIJURNAL PRESTASI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Merauke, Papua Selatan, dalam konteks pendidikan multikultural. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional, penelitian ini menjelaskan sejauh mana kecerdasan emosional sebagai variabel independen memengaruhi capaian akademik siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII di tiga SMP negeri yang merepresentasikan keberagaman sosial dan budaya. Sampel sebanyak 210 siswa diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket tertutup berdasarkan lima dimensi kecerdasan emosional menurut Daniel Goleman, dan nilai rapor PJOK sebagai indikator prestasi belajar. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar siswa. Dimensi motivasi dan pengendalian diri terbukti memberikan pengaruh dominan terhadap capaian akademik. Konteks multikultural Merauke juga memperkuat pentingnya kemampuan adaptasi sosial dan empati dalam lingkungan belajar yang heterogen. Temuan ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor psikologis strategis dalam mendukung keberhasilan belajar siswa di wilayah multikultural.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Merauke.Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan siswa dalam mengenali, mengelola, dan mengendalikan emosi, serta memotivasi diri dan membangun hubungan sosial yang baik, berkontribusi secara substansial terhadap peningkatan prestasi akademik.Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa dimensi kecerdasan emosional seperti motivasi dan pengendalian diri memiliki peran dominan dalam mempengaruhi capaian belajar siswa.Dengan demikian, kecerdasan emosional berfungsi sebagai faktor psikologis penting yang mendukung proses belajar dan keberhasilan akademik di tingkat SMP.Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa konteks pendidikan multikultural di Merauke memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar.Keberagaman budaya dan latar belakang etnis yang khas di wilayah ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan adaptasi sosial dan empati yang tinggi agar dapat berinteraksi secara efektif dengan lingkungan belajar yang heterogen.Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan emosional yang berorientasi pada sensitivitas budaya menjadi aspek strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Merauke.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan program penguatan kecerdasan emosional sebagai bagian integral dari strategi pembelajaran yang holistik di SMP. Program ini dapat mencakup implementasi pembelajaran sosial-emosional (SEL) yang sistematis dan berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikulturalisme dalam kurikulum dan aktivitas sekolah, dengan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman budaya dan pengembangan empati lintas etnis. Pelatihan bagi guru dalam pengembangan kecerdasan emosional dan kompetensi multikultural juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi program ini. Dengan demikian, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan potensi akademik dan sosial siswa secara seimbang, serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan sosial di era globalisasi.

Read online
File size102.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test