STPNSTPN

BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ketahanan pangan dan kesetaraan gender di Desa Purwabakti serta relevansi program pemberdayaan lahan masyarakat dalam mencapai ketahanan pangan dan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode diagram tulang ikan, berfokus pada empat variabel utama: sumber daya manusia, mesin, metode, dan bahan. Data mengenai gizi buruk dan stunting menunjukkan bahwa isu kerentanan pangan mengganggu ketahanan pangan di Desa Purwabakti. Lebih lanjut, kesetaraan gender masih menjadi tantangan dalam masyarakat yang didominasi patriarki ini. Perempuan cenderung memenuhi peran gender tradisional dengan tanggung jawab domestik, sementara laki-laki mengemban peran publik. Masyarakat pedesaan yang patriarkal ini secara umum menerima kepemilikan lahan yang dominan oleh laki-laki (sebagai kepala rumah tangga), yang mencerminkan ketidaksetaraan gender. Analisis diagram tulang ikan menunjukkan bahwa, meskipun ada beberapa kemajuan, program pemberdayaan lahan masyarakat masih menunjukkan keterbatasan dalam menangani SDG, khususnya tujuan tanpa kelaparan dan kesetaraan gender.

Kondisi ketahanan pangan di Desa Purwabakti menunjukkan kerentanan yang ironis, ditandai dengan kasus stunting meskipun desa tersebut produktif secara pertanian, sementara kesetaraan gender masih terhambat oleh budaya patriarki dan dominasi kepemilikan lahan oleh laki-laki.Program pemberdayaan lahan masyarakat (PTM) masih memiliki kelemahan signifikan dalam mendukung tujuan Tanpa Kelaparan karena isu relevansi penerima manfaat, kurangnya dukungan alat dan teknologi pertanian, metode yang tidak berkelanjutan, serta kendala biaya pupuk dan keterbatasan produksi.Selain itu, PTM juga belum optimal dalam mencapai Kesetaraan Gender akibat kurangnya kesadaran akan partisipasi perempuan, minimnya bantuan khusus untuk kelompok perempuan, serta perhatian yang terbatas terhadap modal usaha bagi perempuan.

Mengingat temuan penelitian ini mengenai kerentanan pangan dan ketidaksetaraan gender yang masih menjadi tantangan di Desa Purwabakti, terutama di tengah masyarakat yang produktif secara pertanian namun terbelenggu budaya patriarki, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai bagaimana norma dan nilai sosio-kultural lokal, khususnya sistem patriarki dan pola konsumsi pangan tradisional, memengaruhi efektivitas program pemberdayaan lahan di berbagai komunitas pedesaan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi adaptasi program agar lebih selaras dengan dinamika sosial-budaya setempat, sehingga secara fundamental mampu mengatasi akar permasalahan kerentanan pangan dan kesenjangan gender. Kedua, karena program pemberdayaan lahan saat ini belum secara spesifik menyasar kesenjangan akses dan kontrol perempuan terhadap sumber daya produktif seperti lahan dan modal usaha, studi berikutnya dapat merancang dan menguji model intervensi pemberdayaan perempuan yang lebih terfokus. Intervensi tersebut dapat mencakup fasilitasi kepemilikan lahan bagi perempuan dan penyediaan modal usaha mikro yang disesuaikan, kemudian mengevaluasi dampak spesifiknya terhadap kemandirian ekonomi perempuan, partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan, serta kontribusi pada ketahanan pangan rumah tangga. Terakhir, dengan adanya indikasi kurangnya dukungan berkelanjutan dan tantangan manajemen dalam program pemberdayaan lahan, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengukur keberlanjutan dampak model pertanian terpadu. Studi jangka panjang ini dapat memantau perubahan indikator ketahanan pangan dan kesetaraan gender setelah program berakhir, serta mengeksplorasi peran kemitraan dengan pihak eksternal dalam memperkuat dampak positif PTM, sekaligus memberikan panduan untuk perbaikan desain program di masa depan.

  1. Perempuan dan Ketahanan Pangan (Rumah Tangga) pada Masa Revolusi | Ningsih | Jurnal Sejarah Citra Lekha.... doi.org/10.14710/jscl.v9i1.59981Perempuan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga pada Masa Revolusi Ningsih Jurnal Sejarah Citra Lekha doi 10 14710 jscl v9i1 59981
  2. jurnal perspektif. access reform kerangka reforma agraria mewujudkan keadilan sosial perspektif kajian... doi.org/10.30742/perspektif.v21i2.188jurnal perspektif access reform kerangka reforma agraria mewujudkan keadilan sosial perspektif kajian doi 10 30742 perspektif v21i2 188
  3. Women’s participation in the local food system and implications for their dietary quality in rural... researchsquare.com/article/rs-1112895/v1WomenAos participation in the local food system and implications for their dietary quality in rural researchsquare article rs 1112895 v1
Read online
File size546.76 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test