LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Kinerja karyawan adalah faktor penting dalam menentukan kesuksesan sebuah organisasi. Kinerja optimal berkontribusi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, seperti kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga terhadap kinerja karyawan. Kinerja karyawan adalah elemen krusial dalam mencapai tujuan organisasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial. Kepuasan kerja mendorong kenyamanan, loyalitas, dan motivasi di tempat kerja, sedangkan keseimbangan kerja-keluarga membantu karyawan menjaga harmoni antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi, yang berkontribusi pada stabilitas emosional dan produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi untuk memeriksa hubungan antara variabel. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan dan kehidupan pribadi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa ketiga hipotesis yang diajukan telah diterima, yaitu bahwa keseimbangan kerja-keluarga dan kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun secara simultan.Temuan ini memberikan pemahaman yang kuat bahwa aspek psikososial dalam lingkungan kerja adalah faktor kunci dalam menentukan tingkat kinerja individu yang dicapai oleh karyawan.Dukungan terhadap hipotesis pertama menunjukkan bahwa kepuasan kerja meningkatkan kinerja secara signifikan.Karyawan yang puas dengan berbagai aspek pekerjaan mereka, termasuk lingkungan, penghargaan, hubungan sosial, dan tanggung jawab yang jelas, cenderung lebih bersemangat dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan tingkat yang lebih tinggi.Karyawan yang puas membantu menciptakan lingkungan kerja yang positif, yang pada gilirannya menurunkan potensi konflik, stres, dan keinginan untuk meninggalkan perusahaan.Dukungan terhadap hipotesis kedua menegaskan dampak signifikan keseimbangan kerja-keluarga dalam meningkatkan tingkat kinerja karyawan.Karyawan yang berhasil mengintegrasikan kehidupan profesional dan pribadi mereka secara seimbang cenderung memiliki kondisi emosional dan psikologis yang stabil.Mereka dapat melaksanakan tugas-tugas pekerjaan tanpa terbebani oleh konflik peran atau tekanan dari kehidupan pribadi.Hal ini memiliki implikasi langsung terhadap peningkatan produktivitas dan efektivitas kerja.Dukungan terhadap hipotesis ketiga juga diterima, yang menunjukkan bukti bahwa baik kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga, ketika dipertimbangkan bersama-sama, memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Kedua faktor ini tidak hanya berperan secara terpisah, tetapi juga saling melengkapi dalam membentuk kondisi di tempat kerja yang memungkinkan produktivitas maksimum.Ketika kehidupan kerja dan pribadi berada dalam harmoni dan karyawan merasa puas dengan pekerjaan mereka, mereka menunjukkan energi, komitmen, dan motivasi yang kuat untuk berkontribusi secara maksimal.Kondisi ini menciptakan siklus positif, di mana kepuasan dan keseimbangan meningkatkan kinerja kerja, dan kinerja yang baik juga dapat memperkuat perasaan kepuasan dan keseimbangan dalam kehidupan mereka.Penerimaan ketiga hipotesis ini mengonfirmasi bahwa strategi manajemen sumber daya manusia yang memperhatikan keberadaan keseimbangan kerja-keluarga dan kepuasan kerja di antara karyawan diharapkan berkorelasi positif dengan tingkat kinerja mereka.Dalam kasus PT Citacontrac, perhatian terhadap kedua aspek ini menjadi sangat relevan, terutama dalam menghadapi perubahan sistem kerja dan tantangan tenaga kerja.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan studi yang lebih komprehensif tentang pengaruh kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga terhadap kinerja karyawan di berbagai sektor industri. Penelitian lintas sektor dapat meningkatkan generalisasi dan kedalaman analisis, sehingga hasilnya dapat diterapkan secara lebih luas.. . 2. Melakukan penelitian kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif karyawan terkait kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi kinerja karyawan, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepuasan dan keseimbangan.. . 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan kerja dan keseimbangan kerja-keluarga. Studi ini dapat fokus pada bagaimana pemimpin dapat menciptakan budaya organisasi yang positif, memberikan dukungan dan fleksibilitas yang diperlukan karyawan untuk mencapai keseimbangan, serta mendorong motivasi dan komitmen karyawan.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami dan meningkatkan kinerja karyawan, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan sehat.

Read online
File size241.17 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test