POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA

TEPIANTEPIAN

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang paling umum, dan semakin padatnya populasi, semakin tinggi risiko kebakaran. Salah satu wilayah dengan potensi kebakaran tinggi adalah kota Samarinda yang padat penduduk. Salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah bahaya kebakaran adalah melalui proses pembelajaran di sekolah, khususnya pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan desain media pembelajaran augmented reality berbasis keterampilan berpikir spasial pada materi mitigasi bencana kebakaran serta menentukan kelayakan penggunaan media pembelajaran tersebut dalam mata pelajaran geografi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, di mana media yang dikembangkan diuji oleh ahli materi dan ahli media sebelum diuji pada siswa. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan teknik sampling kuota. Hasil menunjukkan produk berupa aplikasi pembelajaran Augmented Reality (AR) 3D bernama AR Fire Mitigation dapat dijalankan pada smartphone, bersifat offline, dan tidak memerlukan akses internet. Produk ini dilengkapi buku pendukung yang berisi gambar 2D dan 3D beserta penjelasan masing-masing materi. Buku pendukung membahas materi mitigasi bencana kebakaran, termasuk karakteristik area rawan dan tidak rawan kebakaran, dampak kebakaran, tipe kebakaran, klasifikasi kebakaran, mitigasi selama kebakaran, penyebab kebakaran, skenario mitigasi bencana kebakaran, serta kondisi kebakaran hunian dan lahan. Media pembelajaran yang dikembangkan dianggap layak berdasarkan rata‑rata hasil uji pengguna sebesar 88,92 %, sehingga produk media pembelajaran dan buku pendukung dikategorikan layak.

Pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality yang memanfaatkan keterampilan berpikir spasial menghasilkan dua produk, yaitu aplikasi AR Mitigasi Kebakaran dan buku panduan pendukung.Kedua produk dapat dijalankan pada smartphone secara offline dan telah terbukti layak dengan nilai rata‑rata uji kelayakan sebesar 88,92 %.Buku pendukung berisi gambar 2D dan 3D serta penjelasan tentang karakteristik area rawan kebakaran, tipe dan klasifikasi kebakaran, dampak, penyebab, serta skenario mitigasi kebakaran pada kawasan permukiman dan lahan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pembelajaran berbasis augmented reality dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep mitigasi kebakaran pada siswa SMA (pertanyaan penelitian: seberapa besar perbedaan hasil belajar antara kedua metode?). Selain itu, perlu dikembangkan fitur interaktif tambahan pada aplikasi AR, seperti simulasi keputusan mitigasi real‑time, untuk menilai dampaknya terhadap peningkatan kemampuan berpikir spasial dan motivasi belajar (pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh fitur interaktif tersebut terhadap kemampuan berpikir spasial siswa?). Terakhir, disarankan merancang sebuah alat pembuat konten AR edukatif yang standar, sehingga dapat mempercepat proses pengembangan media pembelajaran dan mengurangi biaya, serta mengevaluasi sejauh mana alat tersebut mempermudah produksi materi AR oleh guru (pertanyaan penelitian: sejauh mana alat penulis konten AR dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas materi pembelajaran?).

  1. Development of Augmented Reality Learning Media Based on Spatial Thinking Skills | TEPIAN. development... e-journal.politanisamarinda.ac.id/index.php/tepian/article/view/3172Development of Augmented Reality Learning Media Based on Spatial Thinking Skills TEPIAN development e journal politanisamarinda ac index php tepian article view 3172
Read online
File size1.06 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test