UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Studi perubahan garis pantai merupakan langkah penting dalam memahami dinamika pesisir di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko erosi pantai serta meminimalkan kerugian sosial, fisik, dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat dengan memanfaatkan citra satelit Landsat multi-temporal Landsat 8 OLI-TIRS tahun 2013, 2014, 2015, 2016, 2018, 2019, 2020, 2022, dan 2023. Analisis Garis Pantai Perubahan garis pantai ditentukan dengan menggunakan Sistem Analisis Garis Pantai Digital (Digital Shoreline Analysis System, DSAS). Akhir End Point Rate (EPR), Pergerakan Garis Pantai Bersih (NSM) digunakan untuk menghitung laju perubahan garis pantai dan prediksi perubahan garis pantai untuk 9 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2013-2023 terjadi abrasi seluas 4,20 Ha dan akresi seluas 1,45 Ha. Pada periode 2016-2019 terjadi abrasi seluas 4,02 dan akresi seluas 3,75 Ha. Pada periode 2020-2023 terjadi abrasi seluas 7,98 Ha dan akresi seluas 24,48 Ha. Secara spasial, wilayah pesisir kecamatan Banggae dan Banggae Timur terjadi perubahan garis pantai akibat abrasi dan akresi.

Penelitian ini berhasil memetakan dan menganalisis perubahan garis pantai di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, selama periode 2013-2023.Hasil analisis menunjukkan adanya dinamika abrasi dan akresi yang bervariasi secara spasial dan temporal di wilayah tersebut.Pemahaman mengenai laju dan pola perubahan garis pantai ini penting untuk perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi dinamika abrasi dan akresi di wilayah pesisir Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, seperti pengaruh gelombang, arus laut, dan aktivitas manusia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pemodelan prediksi perubahan garis pantai di masa depan dengan mempertimbangkan skenario perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan membantu dalam merumuskan strategi adaptasi yang efektif. Ketiga, penting untuk mengintegrasikan data perubahan garis pantai dengan informasi sosial-ekonomi masyarakat pesisir untuk memahami dampak perubahan tersebut terhadap mata pencaharian dan kehidupan masyarakat, serta merancang program pemberdayaan yang sesuai. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan peningkatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan lingkungan.

  1. The Application of GIS and Remote Sensing in a Spatiotemporal Analysis of Coastline Retreat in Rufisque,... doi.org/10.7494/geom.2021.15.3.55The Application of GIS and Remote Sensing in a Spatiotemporal Analysis of Coastline Retreat in Rufisque doi 10 7494 geom 2021 15 3 55
Read online
File size1.68 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test