YAZRIYAZRI

Jurnal Pendidikan Sosial IndonesiaJurnal Pendidikan Sosial Indonesia

Penelitian ini mengkaji child grooming sebagai fenomena sosial yang tertanam dalam praktik relasional sehari hari, bukan semata mata sebagai tindakan kriminal individual. Penelitian dilakukan karena masih terbatasnya perhatian akademik terhadap pola sosialisasi anak, khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan, kedekatan emosional, dan otoritas orang dewasa, yang secara tidak langsung dapat menciptakan kondisi yang mempermudah terjadinya grooming. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder digital yang dikumpulkan melalui metode netnografi, meliputi berita daring, laporan investigatif, dan narasi perlindungan anak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa child grooming bukan sekadar penyimpangan kriminal terisolasi, melainkan proses relasional yang tertanam dalam praktik sosial anak.Melalui analisis pola sosialiasi berbasis kepercayaan, normalisasi kedekatan anak‑dewasa, ambiguitas otoritas sosial, dan ketidaksadaran struktural terhadap proses grooming, ditemukan bahwa nilai-nilai yang dimaksudkan melindungi anak justru menciptakan kerentanan tersembunyi.Oleh karena itu, strategi pencegahan harus berfokus pada kesadaran relasional, kritik terhadap otoritas, dan diskusi eksplisit tentang batasan dalam keluarga, sekolah, dan institusi komunitas.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal partisipatif yang melacak perkembangan kepercayaan, kedekatan emosional, dan persepsi otoritas pada anak sejak usia dini hingga remaja, untuk memahami bagaimana dinamika hubungan ini berubah seiring waktu dan mengidentifikasi titik kritis risiko grooming. Selain itu, penelitian komparatif lintas budaya dapat membandingkan norma sosialisasi anak di berbagai konteks sosial dan institusional, guna mengungkap perbedaan dan persamaan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan terhadap grooming, sehingga dapat mengembangkan model pencegahan yang sensitif terhadap latar belakang budaya. Selanjutnya, sebuah intervensi eksperimental dapat dirancang untuk menguji efektivitas kurikulum pendidikan yang menekankan kesadaran relasional, refleksi kritis terhadap otoritas, dan penetapan batasan yang jelas dalam lingkungan sekolah, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku anak serta orang dewasa terkait risiko grooming.

  1. Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities | Jurnal Pendidikan... doi.org/10.62238/jupsi.v4i1.352Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities Jurnal Pendidikan doi 10 62238 jupsi v4i1 352
  2. Conceptualizing “grooming” in child sexual abuse: A scoping review of Scandinavian and non-Scandinavian... scup.com/doi/10.18261/njc.26.2.7Conceptualizing AugroomingAy in child sexual abuse A scoping review of Scandinavian and non Scandinavian scup doi 10 18261 njc 26 2 7
Read online
File size337.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test