LLDIKTI4LLDIKTI4

Jurnal Tekno InsentifJurnal Tekno Insentif

Sebagian besar kapal laut masih menggunakan mesin diesel sebagai penggerak. Namun pada jenis kapal tertentu, penggeraknya sudah berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Turbin uap digunakan tidak hanya untuk penggerak baling-baling kapal, tetapi juga berguna sebagai penggerak pompa MFP. Pengukuran dilakukan di semua kondisi operasi mulai dari kapal berakselerasi, beroperasi maksimum, hingga kembali berhenti. Berdasarkan berbagai evaluasi dan analisis diperoleh bahwa efisiensi energi dan eksergi dari turbin berdaya rendah bervariasi antara 46% sampai 62%. Suhu lingkungan memiliki pengaruh terhadap nilai efisiensi eksergi turbin, setiap perubahan suhu lingkungan sebesar 10°C menyebabkan perubahan efisiensi eksergi kurang dari 1%. Efisiensi eksergi tertinggi dicapai pada suhu lingkungan terendah, sedangkan efisiensi tertinggi untuk turbo-generator dicapai di angka 71.5% dan efisiensi tertinggi untuk penggerak MFP dicapai pada daya turbin maksimum. Untuk mendapatkan efisiensi dan optimalisasi sistem yang lebih baik, sistem penggerak MFP dapat disubstitusi menggunakan motor listrik dan akan meningkatkan efisiensi energi dan eksergi turbo-generator senilai 1%-3%.

Berdasarkan data pengukuran dari kapal pengangkut LNG (LNG Carriers) maka dilakukan reviu terhadap analisis yang dilakukan oleh penulis-penulis sebelumnya.Reviu analisis difokuskan kepada 2 komponen utama pembangkit tenaga listrik yaitu turbin uap dan turbo generator sebagai penggerak main feed water pump (MFP).Untuk turbin uap berdaya rendah, dapat disimpulkan bahwa.Efisiensi energi dan eksergi cukup rendah (antara 46.8% sampai 62%), nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan turbin uap berdaya tinggi.Efisiensi energi dan eksergi memiliki tren perubahan yang hampir identik.Suhu lingkungan memiliki pengaruh terhadap efisiensi eksergi (perubahan suhu sekitar untuk 10°C menyebabkan perubahan efisiensi eksergi kurang dari 1%).Meskipun memiliki pengaruh, namun pengaruh yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan.Dengan melihat variasi aliran massa uap pada berbagai kondisi operasi (tabel 2), penulis mendapatkan pengetahuan tentang berbagai efisiensi energi dan eksergi.Energi tertinggi dan efisiensi eksergi turbo-generator dicapai pada 71.5% dari daya pembangkitan maksimum, sedangkan turbin uap MFP mencapai efisiensi tertinggi pada daya maksimumnya.Efisiensi energi dan eksergi turbo-generatordan turbin uap MFP yang diukur, didapatkan nilai yang jauh lebih rendah daripada nilai rentang atasnya.Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan optimisasi energi dan eksergi dari seluruh sistem propulsi uap untuk mencapai efisiensi yang optimal dalam kondisi operasi yang bervariasi.

Untuk meningkatkan efisiensi sistem propulsi uap pada kapal laut, penelitian selanjutnya dapat fokus pada optimisasi energi dan eksergi dari seluruh sistem propulsi uap. Selain itu, studi tentang substitusi turbin uap MFP dengan motor listrik dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi dan eksergi turbo-generator. Selain itu, penelitian atau analisis juga dapat dilakukan terhadap komponen lain dari sistem propulsi kelautan seperti Engine Room Electronic Management (EREM) atau Smart Control System (SCS) yang saat ini banyak digunakan pada kendaraan tanpa awak.

Read online
File size623.48 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test