UGMUGM
Gadjah Mada International Journal of BusinessGadjah Mada International Journal of BusinessTerjadi peningkatan signifikan jumlah individu yang berpartisipasi dalam konsumsi kolaboratif (CC) selama beberapa tahun terakhir, terutama pada platform digital. Fenomena ini telah mendorong beberapa peneliti untuk mengeksplorasi faktor-faktor motivasi yang memengaruhi niat pengguna untuk menggunakan CC. Namun, penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada identifikasi faktor-faktor ini dalam konteks layanan CC, dengan perhatian terbatas pada platform digital di mana interaksi antar pengguna berbeda. Model niat Hwang dan Griffiths yang memprediksi niat perilaku partisipasi milenial dalam CC adalah unik karena mengakui sikap dan empati sebagai faktor utama yang memengaruhi niat untuk menggunakan platform CC. Model ini relevan untuk CC karena mencakup nilai-nilai berbeda seperti nilai utilitarian, hedonis, dan simbolis. Studi ini telah mengembangkan model agar lebih komprehensif dengan menambahkan beberapa faktor dari penelitian sebelumnya: kontrol perilaku yang dipersepsikan dan kepercayaan awal daring. Kami menguji model tersebut dalam konteks Indonesia menggunakan regresi partial least squares. Sebagai salah satu negara terpadat di dunia, Indonesia menawarkan peluang praktik CC digital yang menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati dan kepercayaan awal daring bukan merupakan prediktor signifikan terhadap niat untuk berpartisipasi dalam CC. Selain itu, nilai utilitarian bukan prediktor signifikan terhadap sikap untuk berpartisipasi dalam CC. Dengan demikian, sikap adalah faktor kritis yang memengaruhi niat untuk berpartisipasi dalam CC, dan kegunaan yang dipersepsikan, kemudahan penggunaan yang dipersepsikan, serta nilai hedonis dan simbolis adalah prediktor signifikan terhadap pengaruh sikap pada partisipasi dalam CC. Studi ini dapat memberikan wawasan berharga bagi praktisi startup yang menciptakan model bisnis jenis ini, yang dicirikan oleh perubahan cepat dan sifatnya yang volatil. Hasilnya dapat berperan dalam membimbing pemasar yang berspesialisasi dalam CC untuk meningkatkan aplikasi mereka menggunakan taktik atau strategi yang efektif, sehingga meningkatkan partisipasi pelanggan di platform mereka.
Penelitian ini mengkaji hubungan antara persepsi nilai kognitif dan sikap praktis pengguna milenial terhadap niat menggunakan konsumsi kolaboratif (CC) pada platform digital.Meskipun hanya tiga variabel tambahan yang signifikan (kemudahan penggunaan yang dipersepsikan, kegunaan yang dipersepsikan, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan), penelitian ini menunjukkan lima variabel yang sangat signifikan, melebihi penelitian sebelumnya.Namun, hasil juga menunjukkan bahwa nilai utilitarian tidak signifikan dan empati tidak secara langsung memengaruhi niat menggunakan platform CC digital.
Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman tentang adopsi konsumsi kolaboratif digital dengan mengeksplorasi konteks demografi yang lebih spesifik di Indonesia, tidak hanya secara regional tetapi juga lintas generasi atau latar belakang sosio-ekonomi yang beragam. Sebagai contoh, bagaimana faktor-faktor budaya lokal atau kondisi ekonomi regional yang berbeda memengaruhi persepsi nilai dan niat pengguna di perkotaan versus pedesaan, atau pada kelompok usia yang lebih tua di luar milenial. Selain itu, pengembangan skala pengukuran empati yang lebih komprehensif sangat diperlukan, mengingat keterbatasan indikator tunggal dalam studi ini. Skala baru tersebut harus mampu menangkap dimensi empati yang relevan dengan interaksi digital, seperti altruisme online atau solidaritas komunitas virtual, dan kemudian diuji pengaruhnya pada berbagai jenis platform konsumsi kolaboratif digital yang berbeda, seperti platform berbagi keterampilan atau barang bekas, bukan hanya layanan transportasi. Pendekatan metodologis juga bisa diperluas dengan mengadopsi desain riset campuran (mixed-methods). Ini berarti menggabungkan pengujian model kuantitatif yang telah ada dengan studi kualitatif mendalam, seperti observasi partisipan dalam komunitas daring atau wawancara fokus grup, untuk mengungkap aspek emosional dan kognitif yang lebih halus dari pengalaman pengguna. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih holistik tentang bagaimana niat dan perilaku penggunaan terbentuk seiring waktu dan dalam konteks sosial digital yang dinamis, memberikan landasan yang lebih kuat bagi pengembangan bisnis konsumsi kolaboratif yang berkelanjutan.
| File size | 379.9 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
UGMUGM Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis sampel perusahaan publik di sektor manufaktur. Data terdiri dari 906 tahun-perusahaan (dari tahun 2016Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis sampel perusahaan publik di sektor manufaktur. Data terdiri dari 906 tahun-perusahaan (dari tahun 2016
UNISNUUNISNU Penelitian layanan bimbingan konseling dalam menangani permasalahan perilaku serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini di lingkunganPenelitian layanan bimbingan konseling dalam menangani permasalahan perilaku serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan
UNISNUUNISNU Strategi penguatan melalui pelatihan berbasis kebutuhan, refleksi praktik, komunitas belajar, dan dukungan kebijakan institusional menjadi kunci untukStrategi penguatan melalui pelatihan berbasis kebutuhan, refleksi praktik, komunitas belajar, dan dukungan kebijakan institusional menjadi kunci untuk
UNSURYAUNSURYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat tidak mempengaruhi persepsi kemudahan, sehingga H0 ditolak. Namun persepsi kemudahan dan manfaat masing‑masingHasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat tidak mempengaruhi persepsi kemudahan, sehingga H0 ditolak. Namun persepsi kemudahan dan manfaat masing‑masing
UMKUMK Kelengkapan alat dan sarana prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah segera disediakan untuk menambah semangat dan motivasi dan memudahkan siswa dalamKelengkapan alat dan sarana prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah segera disediakan untuk menambah semangat dan motivasi dan memudahkan siswa dalam
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Meskipun demikian, dosen menunjukkan motivasi tinggi dan kesadaran akan pentingnya transformasi pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan peningkatanMeskipun demikian, dosen menunjukkan motivasi tinggi dan kesadaran akan pentingnya transformasi pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan
UIN ANTASARIUIN ANTASARI Integrasi Fiqh Muamalah, etika Islam, dan prinsip Maqashid al‑Syariah memberikan kerangka unik untuk memahami niat perilaku wisatawan Muslim dan dapatIntegrasi Fiqh Muamalah, etika Islam, dan prinsip Maqashid al‑Syariah memberikan kerangka unik untuk memahami niat perilaku wisatawan Muslim dan dapat
JIMF BIJIMF BI Studi ini juga menguji apakah gaya hidup Islam memoderasi peran pengaruh sosial, kebiasaan, dan motivasi spiritual dalam kecenderungan memanfaatkan perbankanStudi ini juga menguji apakah gaya hidup Islam memoderasi peran pengaruh sosial, kebiasaan, dan motivasi spiritual dalam kecenderungan memanfaatkan perbankan
Useful /
UNZAHUNZAH Meskipun beasiswa mengenai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) semakin berkembang, perhatian yang tidak memadai telah diberikan pada konsekuensi pedagogisMeskipun beasiswa mengenai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) semakin berkembang, perhatian yang tidak memadai telah diberikan pada konsekuensi pedagogis
UNSURYAUNSURYA Masalah yang dihadapi oleh penjualan ini adalah kesulitan dalam pengumpulan data produk dan pelanggan, serta perolehan laporan penjualan yang cepat danMasalah yang dihadapi oleh penjualan ini adalah kesulitan dalam pengumpulan data produk dan pelanggan, serta perolehan laporan penjualan yang cepat dan
UBP KARAWANGUBP KARAWANG Temuan-temuan ini memberikan pemahaman komprehensif tentang saling ketergantungan antara faktor geometris dan kinematik dalam fenomena pemulihan elastis,Temuan-temuan ini memberikan pemahaman komprehensif tentang saling ketergantungan antara faktor geometris dan kinematik dalam fenomena pemulihan elastis,
CERICCERIC Sampel penelitian adalah lansia ≥ 60 tahun yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Jakarta, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,Sampel penelitian adalah lansia ≥ 60 tahun yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Jakarta, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,