UGMUGM

Gadjah Mada International Journal of BusinessGadjah Mada International Journal of Business

Penelitian ini berkaitan dengan saran tata kelola perusahaan (CG) baru yang menyatakan bahwa penggunaan komisaris purnawirawan militer dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis sampel perusahaan publik di sektor manufaktur. Data terdiri dari 906 tahun-perusahaan (dari tahun 2016 hingga 2021). Studi ini menunjukkan bahwa perusahaan yang praktik CG-nya melibatkan penggunaan perwira purnawirawan militer menunjukkan tingkat kinerja perusahaan yang tinggi. Studi ini menekankan nilai penggunaan pendekatan analitis konfigurasi untuk mengeksplorasi praktik CG yang spesifik untuk perusahaan dan negara secara bersama-sama yang melibatkan perusahaan untuk mencapai tingkat kinerja yang diperlukan. Studi ini menyerukan perhatian para pembuat kebijakan untuk mengevaluasi kondisi perkembangan regulasi dan kompetitif saat ini di negara mereka serta menetapkan kebijakan yang sesuai dengan penilaian tersebut. Metodologi ini memberikan hubungan antara kinerja perusahaan dan CG dengan komisaris purnawirawan militer. Studi ini memperluas fokus studi CG untuk memberikan solusi efektif bagi para praktisi, khususnya perusahaan manufaktur Indonesia. Ini juga menyoroti pentingnya komisaris purnawirawan militer dalam sektor perusahaan tertentu dan prosedur CG yang spesifik untuk suatu negara. Hal ini mendorong perusahaan untuk mencapai tingkat kinerja yang diinginkan. Implikasi penelitian ini berkaitan dengan tata kelola yang baik dalam keragaman dewan menggunakan purnawirawan militer sebagai komisaris independen untuk peran pengawasan.

Studi ini menemukan bahwa kinerja perusahaan memiliki hubungan positif dengan proporsi komisaris independen purnawirawan militer, terutama lebih signifikan selama masa krisis seperti pandemi COVID-19, sebuah temuan baru dalam literatur.Kehadiran komisaris purnawirawan militer dianggap sebagai sumber daya berharga untuk peran pengawasan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya keragaman dewan, termasuk latar belakang purnawirawan militer, sebagai pedoman bagi pembuat kebijakan dan regulator perusahaan di Indonesia untuk mencapai tata kelola yang baik.

Meskipun penelitian ini telah mengidentifikasi hubungan positif antara komisaris purnawirawan militer dan kinerja perusahaan, terutama saat krisis, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita. Pertama, studi ke depan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan keberadaan purnawirawan militer di dewan komisaris, melainkan juga menelusuri secara spesifik jenis pengalaman militer (misalnya, pengalaman dalam logistik, manajemen krisis, operasional tempur, atau intelijen) dan bagaimana keahlian tersebut secara langsung memengaruhi berbagai aspek tata kelola dan operasional perusahaan. Misalnya, apakah latar belakang dalam perencanaan taktis militer berkorelasi dengan peningkatan efisiensi rantai pasokan atau kemampuan perusahaan dalam merespons disrupsi pasar yang tak terduga? Kedua, mengingat studi ini berfokus pada sektor manufaktur, sangat penting untuk memperluas analisis ke sektor-sektor lain yang memiliki dinamika berbeda, seperti perusahaan teknologi yang inovatif atau lembaga keuangan yang diatur ketat. Pertanyaan menarik adalah bagaimana peran komisaris purnawirawan militer memengaruhi tidak hanya kinerja finansial, tetapi juga indikator non-finansial seperti inovasi produk, budaya organisasi, atau kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di industri-industri tersebut. Ketiga, karena penelitian ini menyoroti dampak yang lebih kuat selama krisis, studi lanjutan dapat menginvestigasi mekanisme konkret dan strategi adaptif yang diimplementasikan oleh dewan dengan komisaris purnawirawan militer untuk menavigasi periode penuh gejolak. Selain itu, bagaimana interaksi antara keragaman latar belakang militer dengan elemen keragaman dewan lainnya, seperti keahlian profesional atau representasi gender, dapat menciptakan sinergi yang lebih efektif dalam mendorong resiliensi dan pertumbuhan perusahaan, baik dalam kondisi normal maupun darurat?.

  1. Publishers Panel. publishers panel doi.org/10.17512/pjms.2020.21.2.24Publishers Panel publishers panel doi 10 17512 pjms 2020 21 2 24
  2. Agency Relationships in Family Firms: Theory and Evidence | Organization Science. agency family firms... pubsonline.informs.org/doi/10.1287/orsc.12.2.99.10114Agency Relationships in Family Firms Theory and Evidence Organization Science agency family firms pubsonlinerms doi 10 1287 orsc 12 2 99 10114
  3. Governance of the Entrepreneurial Threshold Firm: A Knowledge‐based Perspective - Zahra - 2004... doi.org/10.1111/j.1467-6486.2004.00458.xGovernance of the Entrepreneurial Threshold Firm A KnowledgeyAAAabased Perspective Zahra 2004 doi 10 1111 j 1467 6486 2004 00458 x
  4. DOI Name 10.1142 Values. name values index type timestamp data email doiadmin cnri reston serv crossref... doi.org/10.1142DOI Name 10 1142 Values name values index type timestamp data email doiadmin cnri reston serv crossref doi 10 1142
Read online
File size291.28 KB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test