STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU

Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi SyariahMaslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah

Usaha pindang bandeng di Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, merupakan salah satu usaha unggulan yang banyak diminati oleh masyarakat sekitar. Namun, usaha ini belum berkembang secara maksimal dan masih terbatas pada wilayah tersebut. Untuk itu, diperlukan upaya optimalisasi hilirisasi desa dan akses keuangan mikro syariah untuk mendukung produksi pindang bandeng agar dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam mengoptimalkan kedua hal tersebut, serta memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa Junok telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan hilirisasi desa termasuk pelatihan budidaya ikan bandeng, pengaturan jadwal panen, dan juga berencana untuk memfasilitasi pembiayaan dari lembaga keuangan mikro syariah (LKMS). Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya pengetahuan finansial di kalangan petani dan keterbatasan peralatan, pemerintah desa terus berusaha mengatasi masalah ini melalui pendampingan dan edukasi. Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan sudah cukup optimal dan berpotensi mendukung pengembangan usaha pindang bandeng di masa depan.

Politik hilirisasi yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Junok berfokus pada pengembangan produk bandeng bernilai lebih tinggi melalui pengaturan jadwal panen, pelatihan petani, dan koordinasi dengan sektor perikanan.Meskipun menghadapi tantangan seperti serangan penyakit, hama, kualitas air, dan keterbatasan manajemen keuangan, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas petani serta perekonomian desa.Aksesibilitas keuangan mikro syariah menjadi faktor penting, dengan rencana pembiayaan untuk meningkatkan peralatan, teknologi, dan kapasitas produksi sehingga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi desa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) penerapan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) pada tambak bandeng di Desa Junok, dengan menguji efektivitas sensor real‑time dan model prediktif dalam meningkatkan produktivitas serta mengurangi insiden penyakit; (2) dampak program literasi keuangan partisipatif yang melibatkan lembaga keuangan mikro syariah terhadap pemahaman petani mengenai prinsip syariah, tingkat permohonan pembiayaan, dan adopsi teknologi budidaya, melalui desain eksperimental longitudinal yang membandingkan kelompok intervensi dan kontrol; (3) potensi pengembangan produk bandeng bernilai tambah, seperti produk siap santap atau kemasan premium, dengan melakukan analisis pasar regional, optimalisasi rantai pasok, dan evaluasi dampak ekonomi bagi petani, guna merumuskan strategi komersialisasi berkelanjutan. Selain itu, studi komparatif antara metode budidaya tradisional dan intensif yang didukung oleh pembiayaan syariah dapat menilai kontribusi masing‑masing terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Selanjutnya, investigasi terhadap mekanisme penyaluran dana LKMS melalui akad mudharabah atau musyarakah dapat memberikan insight tentang keadilan distribusi keuntungan dan risiko. Ketiga arah utama tersebut diharapkan dapat mengisi kesenjangan pengetahuan, memperkuat kapasitas institusi desa, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Junok secara berkelanjutan.

  1. Politik Hilirisasi Desa dan Aksesibilitas Keuangan Mikro Syariah dalam Produksi Bandeng Junok Sreseh... journal.staiypiqbaubau.ac.id/index.php/Maslahah/article/view/1838Politik Hilirisasi Desa dan Aksesibilitas Keuangan Mikro Syariah dalam Produksi Bandeng Junok Sreseh journal staiypiqbaubau ac index php Maslahah article view 1838
Read online
File size980.86 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test