UNIKOMUNIKOM

International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM)International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM)

ICT kini menjadi kebutuhan bagi profesional dan organisasi karena penyebarannya di semua bidang kehidupan manusia. Tingkat keterampilan literasi memainkan peran utama dalam penerapannya untuk tanggung jawab rutin dan kecepatan penyelesaian tugas. Untuk pelayanan publik yang efisien, studi ini mengevaluasi kemampuan literasi ICT dan penerapannya di kalangan staf agensi pendidikan. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif cross‑sectional. Instrumen berupa kuesioner penilaian keterampilan ICT dan pemanfaatannya (ICTSAUQ) disebarkan kepada lima puluh staf dengan teknik sampling convenience. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, statistik deskriptif dan inferensial diterapkan, termasuk rata‑rata persentase, deviasi standar, dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dasar ICT membantu pelaksanaan tugas administratif sehari‑hari. Namun, staf agensi pendidikan kurang memiliki kebutuhan untuk melaksanakan tugas manajerial dan operasional harian. Oleh karena itu, disarankan agar staf Agensi Pendidikan di Kwara State diberikan pelatihan ICT yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi rutin secara optimal. Selain itu, staf agensi perlu didorong secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan literasi ICT melalui pelatihan mandiri dan kerja kelompok guna meningkatkan kompetensi pelayanan di sektor pendidikan.

Temuan menunjukkan bahwa pemanfaatan ICT sudah terlihat di semua departemen dan agensi Kementerian Pendidikan Kwara State, serta staf agensi memiliki keterampilan ICT yang berguna melalui pelatihan mandiri, tanpa pengaruh signifikan gender.Untuk mengoptimalkan penggunaan ICT, diperlukan tindakan cepat dari semua pemangku kepentingan guna mengatasi tantangan teknologi global dan kekurangan ICT di antara staf.Pemerintah harus memprioritaskan pengembangan staf dan alokasi dana yang memadai untuk pemanfaatan ICT dalam sektor pendidikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak program pelatihan ICT terstruktur terhadap peningkatan kompetensi staf agensi pendidikan di Kwara State, dengan membandingkan efektivitas pelatihan mandiri versus lokakarya formal yang dipandu instruktur. Studi tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental atau quasi‑eksperimental, melibatkan kelompok kontrol yang hanya melakukan pelatihan mandiri, sehingga dapat mengukur perbedaan signifikan dalam kemampuan praktis dan produktivitas kerja. Penelitian lain dapat menyelidiki faktor‑faktor penghambat dan pendorong gender dalam perolehan keterampilan ICT, menggabungkan metode kuantitatif dan wawancara mendalam untuk memahami mengapa gender tidak berpengaruh signifikan tetapi mungkin memengaruhi persepsi dan motivasi. Dengan melibatkan staf laki‑laki dan perempuan secara seimbang, analisis dapat mengidentifikasi kebutuhan khusus serta strategi pembelajaran yang paling efektif untuk masing‑masing kelompok. Selanjutnya, kajian kebijakan dapat menilai efektivitas alokasi sumber daya dan implementasi kebijakan ICT di agensi pendidikan, mengukur sejauh mana investasi pemerintah meningkatkan infrastruktur, akses, dan pemanfaatan teknologi informasi. Hasil temuan tersebut diharapkan memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi pembuat kebijakan untuk menyesuaikan program pengembangan staf dan penetapan anggaran, sehingga ICT dapat berperan maksimal dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

  1. ICT-Based Literacy Evaluation in Nigeria Educational Sector: Case Study in Kwara State | International... ojs.unikom.ac.id/index.php/injiiscom/article/view/9274ICT Based Literacy Evaluation in Nigeria Educational Sector Case Study in Kwara State International ojs unikom ac index php injiiscom article view 9274
Read online
File size284.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test