UNISNUUNISNU

JURNAL LENTERA ANAKJURNAL LENTERA ANAK

Penelitian layanan bimbingan konseling dalam menangani permasalahan perilaku serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan PAUD Lombok Timur. Kajian ini berfokus pada pemahaman konsep efektivitas layanan, perubahan perilaku anak setelah memperoleh layanan, capaian perkembangan sosial-emosional, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya dalam konteks lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berkelanjutan, wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua, serta analisis dokumentasi layanan bimbingan konseling di beberapa lembaga PAUD. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan keterkaitan antara proses layanan, respons anak, dan dinamika lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas layanan bimbingan konseling pada anak usia dini tidak hanya ditandai oleh berkurangnya perilaku bermasalah, tetapi juga oleh meningkatnya regulasi emosi, keterampilan sosial, rasa percaya diri, dan kesiapan sekolah anak. Perubahan perilaku terjadi secara bertahap dan memerlukan konsistensi layanan serta dukungan keluarga agar berkelanjutan. Efektivitas layanan dipengaruhi oleh kompetensi pendidik, keterlibatan orang tua, iklim lembaga PAUD, serta keterbatasan struktural dan kultural di Lombok Timur. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling sebagai bagian integral pendidikan anak usia dini dalam membangun fondasi sosial-emosional yang sehat dan adaptif.

Layanan bimbingan konseling di PAUD Lombok Timur efektif dalam mengatasi masalah perilaku dan meningkatkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.Pendekatan yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, seperti play therapy, storytelling, modeling perilaku positif, dan penguatan positif, berhasil meningkatkan regulasi emosi, mengurangi agresivitas serta tantrum, dan memperkuat keterampilan sosial, kepercayaan diri, dan kemandirian anak.Keberhasilan layanan dipengaruhi oleh kualitas interaksi guru‑anak, konsistensi pendampingan di sekolah, serta kolaborasi sinergis antara guru, orang tua, dan lembaga PAUD.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana program pelatihan bagi orang tua dapat meningkatkan efektivitas layanan bimbingan konseling di PAUD, misalnya dengan menguji apakah peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua berhubungan dengan penurunan perilaku bermasalah anak. Selanjutnya, studi dapat meneliti peran teknologi digital, seperti aplikasi mobile yang mendukung regulasi emosi, untuk melihat apakah intervensi berbasis teknologi dapat mempercepat perubahan perilaku dan memperluas jangkauan layanan. Selain itu, diperlukan penelitian longitudinal yang mengikuti anak selama beberapa tahun setelah menerima bimbingan konseling, guna mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap kesiapan sekolah, kompetensi sosial‑emosional, dan prestasi akademik. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperbaiki praktik bimbingan konseling, memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, dan institusi, serta menyesuaikan strategi intervensi dengan kebutuhan perkembangan anak secara berkelanjutan.

Read online
File size420.82 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test