JURNALSTIKESTULUNGAGUNGJURNALSTIKESTULUNGAGUNG

Community Reinforcement and Development JournalCommunity Reinforcement and Development Journal

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Narannuang, Kabupaten Gowa, yang memiliki kondisi lingkungan tropis mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya curah hujan, kepadatan penduduk, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan risiko penularan DBD. Oleh karena itu, upaya pencegahan berbasis masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian penyakit ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko serta meningkatkan upaya pencegahan DBD melalui intervensi edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Narannuang tahun 2026. Target dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat, perubahan perilaku dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta penurunan potensi tempat perindukan nyamuk. Metode yang digunakan adalah pendekatan dengan desain intervensi komunitas, meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, praktik PSN 3M Plus, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan, kuesioner pengetahuan jentik nyamuk di rumah warga. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD yang semula sebesar 47% dengan adanya kegiatan edukasi maka Tingkat pengetahuannya naik sebesar 38% yakni sebesar 85% setelah intervensi berupa penyuluhan. Selain itu, terjadi peningkatan praktik PSN secara rutin dan penurunan indeks jentik di lingkungan rumah tangga. Faktor risiko utama yang ditemukan meliputi genangan air, penampungan air terbuka, serta kurangnya kebiasaan membersihkan lingkungan.

Disimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi dan partisipasi masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran serta menurunkan risiko DBD.Program berkelanjutan dan dukungan lintas sektor sangat diperlukan untuk menjaga keberhasilan upaya pencegahan di tingkat desa.

Untuk menjaga keberlanjutan upaya pencegahan DBD, diperlukan program berkelanjutan dan dukungan lintas sektor. Selain itu, penting untuk mengembangkan strategi edukasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada efektivitas strategi edukasi yang berbeda, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi pengendalian vektor yang lebih inovatif, seperti penggunaan teknologi dan pendekatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Read online
File size582.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test