POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Ketebalan irisan pada produk keripik pisang merupakan parameter krusial yang menentukan kualitas akhir, termasuk tingkat kerenyahan, keseragaman warna, serta efisiensi proses pengolahan. Irisan yang terlalu tebal cenderung kaku dan sulit terpotong sempurna, sedangkan irisan yang terlalu tipis berpotensi rapuh. Karena itu, pengaturan ketebalan irisan secara presisi menjadi aspek penting dalam proses perajangan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem perajangan pisang dengan mekanisme pengaturan ketebalan berbasis posisi lubang pengunci cutter pada dies. Melalui variasi jarak pisau (3 mm, 3,5 mm, dan 4 mm), dilakukan evaluasi terhadap kualitas bentuk rajangan, ketebalan hasil rajangan, dan kapasitas kerja mesin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan jarak pisau menghasilkan rajangan yang lebih tipis dan fleksibel, serta mengurangi proporsi rajangan yang tidak standar. Ketebalan hasil rajangan berkisar antara 1,94 mm hingga 3,06 mm, dengan deviasi maksimum sebesar 0,51 mm. Selain itu, kapasitas mesin meningkat seiring bertambahnya jarak pisau, mencapai nilai tertinggi sebesar 26,47 kg/jam pada jarak 4 mm. Sistem yang dirancang terbukti mampu menghasilkan rajangan dengan ketebalan yang dapat dikontrol, sehingga mendukung kualitas dan konsistensi produk akhir.

Desain sistem perajangan dengan cutter stainless steel yang dapat mengatur jarak potong berhasil memberikan fleksibilitas ketebalan sesuai kebutuhan produksi keripik pisang.Meskipun jarak pisau yang lebih besar meningkatkan kapasitas produksi hingga 26,47 kg/jam, hal ini sedikit menurunkan akurasi ketebalan, namun tetap berada dalam batas yang dapat diterima untuk usaha kecil.Dengan demikian, sistem ini cocok untuk industri kecil‑menengah, mengingat trade‑off antara produktivitas dan presisi yang dapat dioptimalkan sesuai prioritas.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki pengaruh variasi kecepatan rotasi pisau serta profil geometrisnya terhadap kualitas permukaan, kadar air, dan tingkat kerenyahan irisan keripik pisang, sehingga dapat menentukan kombinasi optimal antara kecepatan, bentuk pisau, dan ketebalan yang menghasilkan produk dengan nilai gizi dan sensori terbaik. Selanjutnya, dapat dikembangkan sistem kontrol otomatis berbasis sensor optik atau ultrasonik yang mengukur dimensi buah secara real‑time dan menyesuaikan jarak pisau secara dinamis, dengan tujuan meningkatkan akurasi ketebalan dan mengurangi deviasi tanpa menurunkan kapasitas produksi. Penelitian juga dapat mengevaluasi dampak penambahan material anti‑lengket atau pelapisan khusus pada permukaan pisau untuk mengurangi penempelan irisan, yang berpotensi memperpanjang umur alat dan mengurangi waktu pembersihan mesin. Selain aspek teknis, studi ekonomi dapat dilakukan untuk membandingkan biaya energi, tingkat limbah, dan profitabilitas antara proses manual, semi‑otomatis, dan otomatis pada skala usaha mikro hingga menengah, sehingga memberikan data yang kuat bagi keputusan investasi. Akhirnya, analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) dapat diterapkan untuk menilai jejak lingkungan mesin perajang ini, termasuk emisi karbon dan penggunaan sumber daya, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di sektor pengolahan buah.

  1. Rancang Bangun dan Uji Kinerja Mesin Perajang Keripik Pisang dengan Empat Pisau Horizontal | Dharmawan... jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/39696Rancang Bangun dan Uji Kinerja Mesin Perajang Keripik Pisang dengan Empat Pisau Horizontal Dharmawan jurnal unpad ac teknotan article view 39696
Read online
File size482.24 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test