UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Sumber panas api saat ini di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan beberapa negara sudah mulai banyak yang memanfaatkan sumber panas api, karena sumber panas api ini dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Di Indonesia baru segelintir orang yang memanfaatkan sumber panas api ini sebagai penghasil listrik, kedepannya di harapkan sumber api ini digunakan untuk mengurangi pemakaian batu bara dan sumber daya alam lainnya. Alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik ini adalah termoelektrik TEC1 – 12706 yang bekerja berdasarkan perbedaan temperatur dengan rentang temperatur kerja hingga 350oC. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membuat alat yang memanfaatkan sumber panas api sebagai pembangkit. Penelitian ini berdasarkan potensi pemanfaatan sumber panas pembakaran, khususnya pada perbedaan temperatur antara suhu panas dan suhu dingin pada termoelektrik sebagai penghasil listrik, yaitu dengan menggunakan termoelektrik generator. Dari hasil penelitian ini menggunakan termoelektrik generator sebagai pembangkit mendapatkan hasil dari pengujian selama 30 menit alat ini dapat menghasilkan tegangan rata-rata 10,05 Volt, Arus rata-rata 0,99 Ampere dan daya rata-rata sebesar 13,84 Watt.

Dari pembakaran sampah tempurung kelapa 200gr dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik selama 30 menit.Pengambilan data menggunakan dua buah multimeter dan elektrik, pengambilan data dilakukan 2 menit sekali selama 30 menit.Dari hasil pengujian selama 30 menit alat ini dapat menghasilkan tegangan rata-rata 10,05 Volt, Arus rata-rata 0,99 Ampere dan daya rata-rata sebesar 13,84 Watt.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pembangkit listrik dari sampah tempurung kelapa. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada optimasi desain pembakar sampah tempurung kelapa untuk mencapai temperatur yang lebih tinggi dan stabil, sehingga meningkatkan perbedaan temperatur pada termoelektrik generator. Hal ini dapat dilakukan dengan mengeksplorasi berbagai konfigurasi pembakar, material, dan sistem kontrol untuk memastikan pembakaran yang optimal. Kedua, pengembangan material termoelektrik yang lebih efisien dan tahan terhadap temperatur tinggi menjadi sangat penting. Penelitian dapat dilakukan untuk mencari atau mengembangkan material baru yang memiliki koefisien Seebeck yang lebih tinggi, konduktivitas listrik yang rendah, dan konduktivitas termal yang rendah, sehingga meningkatkan efisiensi konversi energi panas menjadi energi listrik. Ketiga, integrasi sistem penyimpanan energi, seperti baterai atau kapasitor, dapat dilakukan untuk mengatasi fluktuasi daya yang dihasilkan oleh termoelektrik generator. Hal ini akan memungkinkan sistem untuk menyediakan daya yang lebih stabil dan andal, serta dapat digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan daya konstan.

Read online
File size475.27 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test