UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Saat ini pembangkit listrik sebagian besar di Indonesia masih menggunakan tenaga uap, yang bahan pembakarnya berupa batu bara, namun listrik tersebut belum dapat menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, mempunyai panjang garis pantai 81.000 km dan luas laut sekitar 3,1 juta km². Penggunaan air laut sebagai salah satu sumber energi terbarukan dapat dimanfaatkan melalui metode sel elektrokimia yang mengubah ion pada air laut menjadi energi listrik. Metode sel volta dengan kombinasi plat tembaga, aluminium, dan seng dapat menghasilkan tegangan listrik berbeda: pasangan tembaga‑seng (Cu‑Zn) menghasilkan tegangan tertinggi 5,54 V, tembaga‑aluminium (Cu‑Al) 3,3 V, dan aluminium‑seng (Al‑Zn) 1,6 V. Ketiga kombinasi tersebut dapat menghidupkan lampu LED 1 W, dengan pasangan tembaga‑seng mampu menyalakan lampu selama 3 jam.

Tegangan listrik yang dihasilkan pasangan plat tembaga‑seng (Cu‑Zn) terbesar, mencapai 5,54 V.Air laut dapat menyalakan LED 1 W selama 3 jam menggunakan pasangan Cu‑Zn, menunjukkan potensi energi terbarukan yang layak dipertimbangkan.Percobaan menunjukkan bahwa pemilihan pasangan dengan selisih potensial elektroda optimal meningkatkan efisiensi konversi energi air laut.

Mengembangkan studi pada skala industri dengan memanfaatkan sistem sel elektrokimia berbasis tembaga‑seng (Cu‑Zn) untuk menghasilkan arus berkelanjutan dapat menjadi langkah penting. Penelitian lanjutan dapat meneliti penggunaan bahan antibakteri pada elektroda guna memperpanjang umur sel dan meminimalisir korosi. Selanjutnya, mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi garam dan suhu air laut terhadap tegangan dan durasi lampu LED dapat membantu mengoptimalkan parameter operasional di lingkungan yang berbeda.

Read online
File size768.66 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test