UMGUMG

E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan InformatikaE-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika

Penjualan kebutuhan obat di kalangan masyarakat semakin banyak, apalagi dengan adanya pandemi akhir-akhir ini yang menyebabkan penjualan obat meningkat. Hal ini membuat bisnis farmasi atau penjualan obat memiliki banyak potensi. Namun demikian, rencana pemasaran yang tepat diperlukan dalam industri farmasi untuk mengoptimalkan pendapatan. Menganalisis tren penjualan obat dapat memberi wawasan yang berguna untuk membuat rencana pemasaran yang unggul. Untuk membuat rencana pemasaran yang unggul diperlukan analisis data transaksi penjualan dengan bantuan data mining yang berguna untuk mendapatkan informasi yang penting dari dataset yang sedang dianalisis. Algoritma Apriori digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji pola aturan asosiasi penjualan obat di apotek. Informasi penjualan yang digunakan berupa dataset yang terdiri dari 600.000 data transaksional yang dikumpulkan selama enam tahun (2014–2019). Kumpulan data ini mencakup tanggal dan waktu penjualan, merek obat farmasi, dan informasi lainnya.

Dalam bisnis apotek, analisis pola penjualan obat merupakan strategi yang penting untuk meningkatkan keuntungan.Algoritma Apriori digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis pola penjualan obat di apotek.Penelitian dimulai dari mengumpulkan data, mengolah data dan memasukkan algoritma apriori kedalam data untuk mendapatkan aturan asosiasi.Setelah melakukan penelitian didapakkan beberapa aturan yang terjadi dari dataset dimana obat dengan kode M01AB banyak dibeli dengan kode obat M01AE,N02AB dan juga N02BE dikarenakan jika obat M01AB dikombinasikan dengan ketiga jenis obat tersebut dapat mempercepat cara kerja obat dan juga meminimalisir terjadinya efek samping obat.Ternyata jika obat M01AB diminum tanpa di kombinasikan dengan obat golongan yang telah disebut sebelumnya cara kerja obat lebih lambat namun jika dikombinasikan dengan obat M01AE, NO2BA atau N02BE cara kerjanya lebih cepat dan juga mengurasi terjadinya efek samping obat.Dari ketiga obat kombinasi yang telah disebutkan sebelumnya ternyata obat dengan kode M01AB lebih cocok dengan obat N02BE karena memiliki persentasi penjualan 98%.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan data dengan memasukkan data dari apotek-apotek lain di berbagai wilayah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pola pembelian obat. Kedua, penelitian dapat menggabungkan analisis data penjualan dengan data demografis pelanggan untuk mengidentifikasi segmentasi pasar yang lebih spesifik dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan masing-masing segmen. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma machine learning yang lebih canggih, seperti deep learning, untuk memprediksi permintaan obat di masa depan dengan lebih akurat dan mengoptimalkan manajemen stok di apotek.

Read online
File size276.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test