UMGUMG

E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan InformatikaE-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika

Menipisnya ketersediaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi yang bersumber dari fosil serta permintaan bahan bakar secara terus-menerus semakin meningkat menyebabkan stabilitas permintaan dan penawaran menjadi tidak seimbang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari energi fosil adalah dengan memanfaatkan energi biomassa seperti bioetanol sebagai pengganti bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dari bahan baku kulit pisang dengan menambahkan beberapa variasi komposisi ragi tape dan ragi roti, dan untuk mengetahui komposisi bioetanol yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 7390:2012 dengan menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui kadar etanol, kadar metanol, kadar air, densitas dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas terbaik yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar berdasarkan SNI 7390:2012 yaitu hasil fermentasi yang menggunakan ragi tape 10% dari bahan baku kulit pisang sebanyak 1000 gr, yaitu kadar etanol sebesar 95,56%, kadar metanol sebesar 0,52%, kadar air sebesar 0,86%, densitas sebesar 0,783 gr/ml, dan viskositas sebesar 1,15 cP, dimana nilai yang ditetapkan pada SNI 7390:2012 yaitu kadar etanol sebesar 94% - 99,5%, kadar metanol sebesar 0,5%, kadar air sebesar 0,7%, densitas sebesar 0,789 gr/ml, dan viskositas sebesar 1,17 cP.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tahapan pengolahan kulit pisang menjadi bioetanol melibatkan pembuatan starter, hidrolisis, fermentasi dengan ragi tape atau ragi roti selama 8 hari, dan destilasi.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan ragi tape 10% menghasilkan bioetanol yang memenuhi standar SNI 7390.2012, dengan kadar etanol 95,56%, metanol 0,52%, air 0,86%, densitas 0,783 gr/ml, dan viskositas 1,15 cP.Oleh karena itu, kulit pisang berpotensi sebagai bahan baku bioetanol alternatif yang menjanjikan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi proses hidrolisis kulit pisang untuk meningkatkan rendemen gula, yang akan berdampak langsung pada efisiensi produksi bioetanol. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh jenis ragi yang berbeda, termasuk isolat ragi lokal, terhadap profil fermentasi dan kualitas bioetanol perlu dilakukan. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi integrasi proses produksi bioetanol dengan sistem pengelolaan limbah kulit pisang secara terpadu, misalnya melalui produksi biogas atau kompos, untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan ekonomi yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi pemanfaatan kulit pisang sebagai sumber energi terbarukan dan berkontribusi pada pengembangan industri bioetanol yang berkelanjutan di Indonesia.

  1. Technical and Economic Review of Biogas Utilization from Traditional Market Organic Waste. technical... ijmra.in/v6i10/32.phpTechnical and Economic Review of Biogas Utilization from Traditional Market Organic Waste technical ijmra in v6i10 32 php
Read online
File size315.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test