POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah produk olahan dari daging kelapa yang berbentuk cairan jernih, tidak berasa, dan memiliki aroma khas kelapa. VCO diperoleh melalui pengolahan santan kelapa dengan beberapa metode, yaitu metode pemanasan bertahap, metode pemancingan minyak, dan metode fermentasi. Dari ketiga metode tersebut, pemanasan bertahap merupakan cara yang paling umum digunakan. Proses ini memerlukan alat pemanas yang stabil agar menghasilkan VCO berkualitas. Oleh karena itu, untuk mengjaga kestabilan pemanas di butuhkan pengontrolan yang tepat dalam metode pemanasan bertahap. Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikan proses pengolahan dengan sistem kontrol berbasis IoT. Alat pengolahan VCO ini dirancang dengan sistem kontrol suhu menggunakan sensor NTC dengan akurasi tinggi ±1.5°C untuk memastikan kestabilan suhu selama proses pemanasan santan menggunakan mikrokontroler ESP32 dual-core yang memiliki fitur konektivitas WiFi, sehingga memungkinkan integrasi ke sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan jarak jauh. dan Untuk proses pemanasan alat ini dilengkapi dengan heater elemen 220V 400W yang dikontrol melalui Solid State Relay (SSR), sehingga suhu dapat dikendalikan secara presisi di kisaran 60–90°C.

Penelitian ini merancang dan membangun alat pengolah santan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode pemanasan bertahap, menggunakan sensor MAX6675, mikrokontroler ESP32, elemen pemanas, motor satu fase, dan kontroler SSR untuk menjaga suhu 60–90 °C dengan stabilitas ±1,5 °C serta homogenitas santan melalui mekanisme pengadukan otomatis.Integrasi IoT memungkinkan pemantauan suhu secara real‑time sehingga proses produksi dapat dikendalikan lebih efisien, konsisten, dan aman, menghasilkan VCO yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa sesuai standar kualitas umum.Namun, penelitian ini masih terbatas pada skala mini plant, sehingga diperlukan uji coba pada kapasitas produksi industri serta analisis laboratorium kualitas VCO untuk memastikan kepatuhan terhadap standar, dan pengembangan lebih lanjut dapat meningkatkan nilai tambah produk kelapa bagi UMKM di daerah produksi kelapa seperti Provinsi Jambi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja mesin pengolah santan menjadi VCO pada skala industri dengan membandingkan produktivitas, efisiensi energi, dan konsistensi kualitas minyak dibandingkan dengan metode konvensional; apakah peningkatan kapasitas produksi dapat dipertahankan tanpa mengorbankan stabilitas suhu ±1,5 °C? Selain itu, penambahan sensor kelembaban dan viskositas pada sistem IoT dapat diinvestigasi untuk memantau parameter tambahan yang memengaruhi kualitas VCO, sehingga pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh variasi kelembaban dan viskositas terhadap proses pemisahan minyak dan sifat organoleptik VCO? Selanjutnya, pengembangan aplikasi IoT yang tidak hanya menampilkan data suhu secara real‑time tetapi juga melakukan analisis prediktif menggunakan algoritma pembelajaran mesin dapat diuji, misalnya apakah model prediksi dapat mengoptimalkan waktu pemanasan untuk meminimalkan konsumsi energi sekaligus mempertahankan kualitas VCO yang memenuhi standar APCC.

Read online
File size630.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test