DJOURNALSDJOURNALS

Journal of Informatics, Electrical and Electronics EngineeringJournal of Informatics, Electrical and Electronics Engineering

Pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan berbagai objek wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Keberadaan objek wisata yang beragam, mulai dari pantai, hutan tropis, air terjun, hingga danau, menjadikan wilayah ini kaya akan potensi alam yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan objek wisata terbaik di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan menggunakan metode ARAS (Additive Ratio Assessment). Metode ini digunakan karena mampu menilai berbagai alternatif secara objektif berdasarkan kriteria tertentu, seperti Daya Tarik Alam, Kemudahan Akses, Fasilitas Pendukung, Keberlanjutan Lingkungan, dan Dampak Ekonomi bagi masyarakat setempat. Proses penilaian dilakukan melalui perhitungan nilai normalisasi dan integrasi dari masing-masing kriteria, yang kemudian digunakan untuk menentukan peringkat akhir setiap objek wisata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pantai Pandan menempati peringkat pertama dengan nilai optimal tertinggi sebesar 1, diikuti oleh Hutan Tropis Sibolga (0,9659), Air Terjun Sibolangit (0,9175), dan Danau Linting (0,9114). Sementara itu, Pulau Samosir menempati posisi terakhir dengan nilai 0,8558, yang menunjukkan perlunya peningkatan dalam beberapa aspek.

Berdasarkan perhitungan Metode ARAS, lima objek wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah berhasil diurutkan berdasarkan nilai optimal relatif, di mana Pantai Pandan memperoleh nilai tertinggi 1 dan dinyatakan sebagai objek wisata terbaik dengan potensi pengembangan paling tinggi.Hutan Tropis Sibolga berada pada peringkat kedua dengan nilai 0,9659, menunjukkan daya tarik yang signifikan, sementara Air Terjun Sibolangit, Danau Linting, dan Pulau Samosir menempati peringkat ketiga, keempat, dan kelima secara berurutan.Nilai-nilai tersebut mencerminkan kombinasi keunggulan dalam aspek keindahan alam, aksesibilitas, fasilitas, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi, dan dapat dijadikan acuan strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi kriteria tambahan seperti warisan budaya dan tingkat kepuasan pengunjung untuk memperkaya model evaluasi ARAS, sehingga hasilnya lebih komprehensif dalam menilai nilai intrinsik dan eksternal objek wisata. Selain itu, studi lintas wilayah yang menggabungkan Analisis Rasio Tambahan (ARAS) dengan pemetaan berbasis GIS dapat membantu mengidentifikasi lokasi strategis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan pada skala provinsi atau nasional. Selanjutnya, perbandingan metodologi ARAS dengan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria lainnya, seperti TOPSIS atau VIKOR, dapat dilakukan untuk menilai konsistensi dan keandalan hasil, serta memberikan rekomendasi metodologis yang optimal bagi perencana kebijakan pariwisata.

  1. Design of a Decision Support System for Housing Selection Using the Web-Based Additive Ratio Assessment... doi.org/10.61100/tacit.v2i2.205Design of a Decision Support System for Housing Selection Using the Web Based Additive Ratio Assessment doi 10 61100 tacit v2i2 205
  2. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D): Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan | Jurnal Ilmiah Profesi... doi.org/10.29303/jipp.v9i2.2141Metode Penelitian dan Pengembangan R D Konsep Jenis Tahapan dan Kelebihan Jurnal Ilmiah Profesi doi 10 29303 jipp v9i2 2141
Read online
File size435.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test