UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.) faktor – faktor pendorong dan penghambat pengembangan agrowisata kolam pancing P4S Karya Agri, 2.) strategi pengembangan agrowisata kolam pancing P4S Karya Agri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik kolam pancing P4S Karya Agri, tenaga kerja kolam pancing, pengunjung kolam pancing berjumlah 85 orang didapat menggunakan rumus pendekatan Slovin, kepala bidang destinasi wisata Dinas Pariwisata Kota Kupang, kepala bidang budidaya Dinas Perikanan Kota Kupang. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini 1.) analisis IFAS dan EFAS, 2.) analisis SWOT. Penelitian ini bersifat kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) faktor pendorong pengembangan dari dalam (kekuatan) yang memperoleh kategori paling tinggi adalah pemandangan alam yang indah, sejuk dan masih asli dengan rata – rata 3,76, faktor penghambat pengembangan dari dalam (kelemahan) yang memperoleh kategori paling tinggi adalah program pengembangan obyek wisata yang masih sederhana 1,64, faktor pendorong pengembangan dari luar (peluang) yang memperoleh kategori paling tinggi adalah daerah memberi keleluasaan untuk mengembangkan potensi wisata 3,68, faktor penghambat pengembangan dari luar (ancaman) yang memperoleh kategori paling tinggi adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat 1,45. 2.) strategi pengembangan agrowisata kolam pancing P4S Karya Agri berdasarkan analisis SWOT adalah strategi SO karena titik potong berada pada kuadran 1 (2,23 : 1,68) berada diposisi pertumbuhan, yaitu memanfaatkan seoptimal mungkin kekuatan dan peluang yang dimiliki.

Faktor pendorong pengembangan agrowisata kolam pancing P4S Karya Agri yang paling dominan adalah pemandangan alam yang indah, sejuk, dan masih asli, sedangkan faktor penghambat utama adalah program pengembangan objek wisata yang masih sederhana.Faktor eksternal terbesar yang mendukung pengembangan adalah daerah yang memberi keleluasaan untuk mengembangkan potensi wisata, sementara ancaman utama adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi SO, yaitu memanfaatkan kekuatan dan peluang secara optimal agar agrowisata ini berada pada posisi pertumbuhan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan teknologi digital dalam promosi agrowisata kolam pancing melalui media sosial dan aplikasi wisata lokal untuk menarik kunjungan generasi muda dan wisatawan dari luar daerah. Kedua, perlu dikaji pengembangan paket wisata edukatif berbasis budidaya ikan air tawar yang dapat melibatkan sekolah dan komunitas agar pengunjung tidak hanya memancing tetapi juga memahami proses budidaya dan pelestarian lingkungan. Ketiga, perlu dievaluasi potensi kerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk menciptakan produk unggulan berbasis hasil kolam seperti olahan ikan, oleh-oleh khas, atau bazar hasil pertanian sekitar, sehingga agrowisata ini menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas yang saling mendukung. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi pengaruh perubahan kebijakan pemerintah terhadap aktivitas wisata, serta membandingkan skema pengelolaan antara model swadaya dan kemitraan dengan pihak swasta untuk menemukan formula terbaik dalam menjaga keberlanjutan objek wisata. Selain itu, penting untuk menguji efek peningkatan infrastruktur terhadap jumlah dan kepuasan pengunjung, serta mengevaluasi peran masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan kawasan agrowisata.

Read online
File size282.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test