UNSURIUNSURI
JURNAL LEGISIAJURNAL LEGISIAKasus perceraian di Indonesia semakin meningkat, hal ini pula mengakibatkan banyaknya orang tua laki-laki (Ayah) menghiraukan tanggung jawabnya kepada anak. Berkaitan dengan ketentuan hukum bagi anak harus tetap mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak berdasarkan pasal Pasal 45 ayat 1 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggung jawab orang tua terhadap anak pasca perceraian, serta upaya hukum yang dapat dilakukan untuk menjamin hak-hak anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan data sekunder sebagai rujukan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua terhadap anak pasca perceraian mencakup tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup anak, memberikan dukungan emosional, serta memberikan pendidikan dan pengajaran yang memadai. Upaya hukum yang dapat dilakukan untuk menjamin hak-hak anak meliputi upaya penyelesaian di luar pengadilan dan pengajuan permohonan ke pengadilan. Dalam hal ini, pengadilan dapat memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan hak-hak anak, seperti hak asuh, nafkah, dan kepentingan anak secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan pandangan yang lebih komprehensif terhadap isu-isu hukum yang berkaitan dengan tanggung jawab orang tua setelah perceraian. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hak dan kesejahteraan anak dalam konteks perceraian, sekaligus mendorong kesadaran akan tanggung jawab orang tua dalam memberikan perlindungan dan dukungan yang diperlukan bagi perkembangan optimal anak-anak mereka.
Setelah terjadi perceraian, orang tua memiliki tanggung jawab hukum terhadap anak.Anak memegang kedudukan hukum dalam pasal 42-44 dan pasal 55, termasuk hak-hak anak yang melibatkan hak dan kewajiban dari kedua orang tua.Asas perwalian juga menjadi dasar dalam menentukan hak dan kewajiban orang tua terhadap anak pasca perceraian.Hak-hak anak perlu dijaga dan dipenuhi oleh orang tua agar kepentingan anak tetap terlindungi.Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 26.Orangtttua memiliki kewajiban hukum terhadap anak setelah terjadnya perceraian.Terdapat beberapa akiba hukum yang dihadapi oleh orangttua yang tidak bertanggung jawab terhadap anak pasca perceraian yaitu (1) pelanggaran kewajiban memberikan nafkah kepada anak, dapa dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 285 Kitab UU Hukum Pidana, (2) jika tidak memenuhi kewajiban memberikan pendidikan yang layak, maka hak asuh dapat dicabut oleh Pengadilan Negeri sesuai dengan Pasal 133 ayat (2) UU No 35 Tahun 2014, (3) jika terjadi tindak kekerasan terhadap anak, dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, (4) jika tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap anak pasca perceraian, maka pengadilan dapat mencabut hak asuh orang tua tersebut dan memberikan hak asuh pada orang lain atau lembaga sosial sesuai dengan Pasal 128 ayat (2) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.Saat ini masih terdapat beberapa kendala hukum di Indonesia, yaitu lemahnya pengawasan dan penegakkan hukum, kurangnya pemahaman orang tua mengenai hak dan kewajiban mereka terhadap anak pasca perceraian.Dengan memahami secara mendalam aspek yuridis tanggung jawab orang tua terhadap anak pasca perceraian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik, penguatan perlindungan hak anak, dan peningkatan kesejahteraan keluarga pasca perceraian.Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi yang berharga bagi para praktisi hukum, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam menanggapi permasalahan kompleks yang terkait dengan perceraian dan dampaknya terhadap anak-anak.
Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas implementasi kebijakan perlindungan anak pasca perceraian di Indonesia. Penelitian ini dapat mengevaluasi kinerja lembaga-lembaga terkait, seperti lembaga peradilan keluarga, dinas sosial, dan lembaga bantuan hukum, dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan model mediasi dan konseling yang efektif untuk membantu orang tua dalam menyelesaikan konflik pasca perceraian. Model ini dapat mencakup pelatihan keterampilan komunikasi dan pendekatan holistik dalam menangani masalah keluarga. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan aksesibilitas informasi hukum dan layanan bantuan hukum bagi orang tua pasca perceraian. Pengembangan aplikasi atau platform online yang mudah digunakan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan masyarakat.
| File size | 378.65 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan teknik statistik seperti paired t‑test, chi‑square, dan uji Hotelling.Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan teknik statistik seperti paired t‑test, chi‑square, dan uji Hotelling.
STP IPISTP IPI Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan teknologi digital secara reflektif untuk menjaga kehadiran, atensi, dan keterlibatan emosional pengasuhOleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan teknologi digital secara reflektif untuk menjaga kehadiran, atensi, dan keterlibatan emosional pengasuh
JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN Jika ayah yang terbukti mampu menolak membayar utang masa lalu, hakim harus mempertimbangkan sanksi bertingkat, dengan memprioritaskan eksekusi sipil (penyitaanJika ayah yang terbukti mampu menolak membayar utang masa lalu, hakim harus mempertimbangkan sanksi bertingkat, dengan memprioritaskan eksekusi sipil (penyitaan
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Dalam Islam, pemeliharaan anak (hadhanah) dan perwalian (wilayah) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa anak tumbuh dalam lingkunganDalam Islam, pemeliharaan anak (hadhanah) dan perwalian (wilayah) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa anak tumbuh dalam lingkungan
RADEN FATAHRADEN FATAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan peran gender memiliki dampak signifikan terhadap hukum keluarga, terutama dalam aspek pernikahan dan perceraian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan peran gender memiliki dampak signifikan terhadap hukum keluarga, terutama dalam aspek pernikahan dan perceraian.
DINASTIREVDINASTIREV Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme yaitu suatu paradigma yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlahPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme yaitu suatu paradigma yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlah
UNISMUNISM Para orang tua yang mempunyai balita usia 0 – 60 bulan dapat meningkatkan keaktifannya dalam datang ke posyandu untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembanganPara orang tua yang mempunyai balita usia 0 – 60 bulan dapat meningkatkan keaktifannya dalam datang ke posyandu untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis untuk menelaah putusan pengadilan dan bagaimana hukum yang diterapkan mencerminkanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis untuk menelaah putusan pengadilan dan bagaimana hukum yang diterapkan mencerminkan
Useful /
UNUBLITARUNUBLITAR Kelayakan finansial dianalisis berdasarkan proyeksi keuangan periode 2026–2030 dengan indikator Net Present Value (NPV) sebesar Rp2. 018.516.379, InternalKelayakan finansial dianalisis berdasarkan proyeksi keuangan periode 2026–2030 dengan indikator Net Present Value (NPV) sebesar Rp2. 018.516.379, Internal
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan grit, diikuti oleh optimisme dan self-efficacy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan grit, diikuti oleh optimisme dan self-efficacy.
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Nilai surplus terbesar tahun 2024 sebesar 256,38 juta dollar US pada bulan Januari. Dengan terjadinya surplus maka perdagangan di Sulawesi Tenggara memberiNilai surplus terbesar tahun 2024 sebesar 256,38 juta dollar US pada bulan Januari. Dengan terjadinya surplus maka perdagangan di Sulawesi Tenggara memberi
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUDBerdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD