UNUBLITARUNUBLITAR
Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan KonseptualPertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Kota Semarang, khususnya di Kecamatan Semarang Utara, menimbulkan tekanan terhadap daya dukung wilayah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan permukiman yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung permukiman di Kecamatan Semarang Utara dengan menggunakan pendekatan kuantitatif spasial melalui metode Building Coverage Ratio (BCR). BCR digunakan untuk mengetahui tingkat keterbangunan lahan dan ketersediaan ruang terbuka sebagai indikator keberlanjutan lingkungan permukiman. Data diperoleh melalui analisis citra satelit, dokumentasi dari instansi terkait, serta observasi lapangan, kemudian diolah dengan perangkat lunak GIS untuk menghitung nilai BCR pada masing-masing kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelurahan di Kecamatan Semarang Utara memiliki nilai BCR di atas 60%, bahkan beberapa wilayah melebihi 75%, yang menunjukkan kondisi keterbangunan sangat tinggi dan daya dukung kritis. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan ruang terbuka, menurunnya kualitas lingkungan, dan meningkatnya risiko bencana. Penelitian ini merekomendasikan perencanaan ruang berbasis ekologis dan penambahan ruang terbuka hijau untuk memulihkan daya dukung kawasan secara berkelanjutan.
Hasil analisis daya dukung permukiman menggunakan metode Building Coverage Ratio (BCR) di Kecamatan Semarang Utara menunjukkan bahwa seluruh kelurahan di wilayah ini telah mengalami keterbangunan yang tinggi hingga sangat tinggi.Mayoritas kelurahan mencatatkan nilai BCR di atas 60%, dengan beberapa di antaranya seperti Tanjung Mas dan Bandarharjo melampaui 75%, yang berarti bahwa kawasan tersebut sudah dalam kondisi daya dukung kritis.Kondisi ini menandakan minimnya ketersediaan ruang terbuka dan terbatasnya kapasitas lingkungan untuk mendukung aktivitas permukiman yang berkelanjutan.Secara spasial, peta klasifikasi BCR memperlihatkan dominasi zona padat bangunan yang merata di seluruh wilayah kecamatan, terutama di kawasan pesisir dan pusat-pusat aktivitas ekonomi.Fenomena ini menunjukkan urgensi perlunya pengendalian pemanfaatan lahan, penambahan ruang terbuka hijau, serta perencanaan pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada kapasitas aktual wilayah.Metode BCR terbukti menjadi alat yang relevan untuk mengukur tekanan terhadap daya dukung permukiman secara kuantitatif dan spasial.Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan perencanaan tata ruang yang lebih adaptif dan berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan permukiman yang layak huni dan resilien di tengah dinamika pertumbuhan kota yang pesat.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang dampak sosial dan ekonomi dari keterbatasan ruang terbuka di kawasan permukiman. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana keterbatasan ruang terbuka mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, akses terhadap fasilitas umum, dan interaksi sosial. Kedua, penting untuk mengeksplorasi strategi perencanaan dan desain permukiman yang dapat meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau secara efektif. Penelitian ini dapat mengusulkan desain permukiman yang ramah lingkungan, seperti penggunaan atap hijau, taman vertikal, atau sistem drainase berkelanjutan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model simulasi untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap daya dukung permukiman di Kecamatan Semarang Utara. Model ini dapat membantu merancang strategi adaptasi dan mitigasi yang sesuai, seperti penentuan zona resapan air, pembangunan infrastruktur hijau, atau penguatan tanggul pantai.
- Analisis Daya Dukung Permukiman Berbasis Building Coverage Ratio (BCR) di Kecamatan Semarang Utara, Kota... jurnal.unublitar.ac.id/index.php/briliant/article/view/2330Analisis Daya Dukung Permukiman Berbasis Building Coverage Ratio BCR di Kecamatan Semarang Utara Kota jurnal unublitar ac index php briliant article view 2330
- Kajian daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali | Putri | Region : Jurnal Pembangunan... doi.org/10.20961/region.v18i2.60552Kajian daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng Provinsi Bali Putri Region Jurnal Pembangunan doi 10 20961 region v18i2 60552
| File size | 492.74 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUBLITARUNUBLITAR Variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada kedai kopi Momen Klasik dengan signifikansi p-value sebesarVariabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada kedai kopi Momen Klasik dengan signifikansi p-value sebesar
PUBMEDIAPUBMEDIA These findings confirm classical orographic uplift theory while demonstrating its modulation by monsoonal circulation in a tropical island context. TheyThese findings confirm classical orographic uplift theory while demonstrating its modulation by monsoonal circulation in a tropical island context. They
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui tinjauan literatur sistematisPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui tinjauan literatur sistematis
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan inklusi dapat berhasil diterapkan di sekolah-sekolah dengan kepemimpinan yang kuat dan dedikasi tinggi dariPenelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan inklusi dapat berhasil diterapkan di sekolah-sekolah dengan kepemimpinan yang kuat dan dedikasi tinggi dari
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Rumusan pendidikan yang diajukan oleh Ibn Khaldun adalah hasil dari berbagai pengalaman yang dilaluinya sebagai filsuf sejarah dan sosiologi yang mencobaRumusan pendidikan yang diajukan oleh Ibn Khaldun adalah hasil dari berbagai pengalaman yang dilaluinya sebagai filsuf sejarah dan sosiologi yang mencoba
UINSIUINSI Penelitian ini mengajukan penerapan perlindungan data pribadi dalam hukum pengelolaan zakat di Indonesia, karena organisasi pengelola zakat dan platformPenelitian ini mengajukan penerapan perlindungan data pribadi dalam hukum pengelolaan zakat di Indonesia, karena organisasi pengelola zakat dan platform
LMULMU Hasil kegiatan telah digunakan untuk pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Hasil kegiatan telah digunakan untuk pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
UNSURUNSUR Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat/tidak pelanggaran Pasal 22 Permen PUPR No. 28/PRT/M/2015 atas pendirian bangunan di sempadan, hal ini karenaHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat/tidak pelanggaran Pasal 22 Permen PUPR No. 28/PRT/M/2015 atas pendirian bangunan di sempadan, hal ini karena
Useful /
169169 Ide-ide ini diubah menjadi konsep musik, yang kemudian dikembangkan secara cermat menjadi komposisi yang dimainkan menggunakan berbagai instrumen, masing-masingIde-ide ini diubah menjadi konsep musik, yang kemudian dikembangkan secara cermat menjadi komposisi yang dimainkan menggunakan berbagai instrumen, masing-masing
JIMF BIJIMF BI Namun, hasil dari transformasi gelombang kontinu (CWT) menunjukkan bahwa peluang diversifikasi ada di Inggris, Prancis, Spanyol, tetapi tidak di India.Namun, hasil dari transformasi gelombang kontinu (CWT) menunjukkan bahwa peluang diversifikasi ada di Inggris, Prancis, Spanyol, tetapi tidak di India.
UNSURIUNSURI Kasus perceraian di Indonesia semakin meningkat, hal ini pula mengakibatkan banyaknya orang tua laki-laki (Ayah) menghiraukan tanggung jawabnya kepadaKasus perceraian di Indonesia semakin meningkat, hal ini pula mengakibatkan banyaknya orang tua laki-laki (Ayah) menghiraukan tanggung jawabnya kepada
LMULMU Kendala terbesar dalam menganalisa data curah hujan adalah minimnya stasiun observasi, seri data yang tidak cukup panjang dan tidak meratanya sebaran stasiunKendala terbesar dalam menganalisa data curah hujan adalah minimnya stasiun observasi, seri data yang tidak cukup panjang dan tidak meratanya sebaran stasiun