PRINPRIN

JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATANJURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN

Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai merupakan proses pengelolaan untuk memastikan obat yang diterima tetap aman, terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia, serta mutunya tetap terjaga. Kerusakan obat tidak hanya berdampak negatif pada pasien, tetapi juga memengaruhi efisiensi fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan tempat untuk melaksanakan berbagai upaya kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat. Puskesmas, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian penyimpanan obat, penataan obat di ruang penyimpanan, serta persyaratan gudang obat di Puskesmas Siring Betik dan Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus pada tahun 2024.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian standar penyimpanan obat di ruang penyimpanan Puskesmas Siring Betik dan Puskesmas Wonosobo masing-masing mencapai 100% dengan 19 poin sesuai standar.Pada kategori penataan obat, Puskesmas Siring Betik memperoleh 7 poin dengan tingkat kesesuaian 87%, sementara Puskesmas Wonosobo mencapai 100% dengan 8 poin sesuai standar.Untuk persyaratan gudang obat, kedua puskesmas memperoleh hasil yang sama, yaitu 6 poin dengan tingkat kesesuaian 85%.Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat, penataan obat, dan persyaratan gudang obat di Puskesmas Siring Betik mencapai 94% dengan total 32 poin, sedangkan Puskesmas Wonosobo mencapai 97% dengan total 33 poin.Hasil ini menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah menerapkan pengelolaan penyimpanan obat yang baik sesuai dengan standar yang digunakan, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kesempurnaan.

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan penyimpanan obat di Puskesmas, disarankan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap sistem penyimpanan dan penataan obat. Penerapan sistem monitoring berbasis teknologi, seperti Internet of Things (IoT), dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan obat. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian juga sangat penting untuk memastikan pelayanan yang optimal dan aman. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem penyimpanan obat yang lebih canggih dan terintegrasi, serta mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan keamanan dan efektivitas penyimpanan obat di fasilitas kesehatan.

  1. GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG OBAT INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAPANGAN SAWANG SITARO... doi.org/10.35799/pha.9.2020.31363GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG OBAT INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAPANGAN SAWANG SITARO doi 10 35799 pha 9 2020 31363
  2. PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA PALU | Diana | As-Syifaa Jurnal Farmasi. pelaksanaan... doi.org/10.33096/jifa.v11i1.504PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA PALU Diana As Syifaa Jurnal Farmasi pelaksanaan doi 10 33096 jifa v11i1 504
Read online
File size911.01 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test