UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Latar belakang: Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan fenomena dimana laki-laki berhubungan seksual dengan sesama laki-laki. Perilaku LSL berisiko pada IMS atau HIV/AIDS. Secara global, gay dan LSL menyumbang sekitar 17% kasus baru infeksi HIV, termasuk 30% di Asia dan Pasifik. Sedangkan menurut Kemenkes, kelompok populasi LSL menjadi kelompok penyumbang HIV tertinggi pada tahun 2021 (triwulan 1). Tujuan: Literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual yang berisiko menyebabkan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS pada LSL di Indonesia. Metode: Studi ini menggunakan metode literature review yang bersumber dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Garuda dalam rentang tahun 2013-2023. Hasil: Dari 8 jurnal yang telah melewati proses inklusi dan eksklusi, ditemukan hasil bahwa LSL kerap melakukan hubungan seksual berisiko seperti melakukan seks anal, tidak menggunakan kondom, tidak melakukan VCT, dan posisi berhubungan seksual sebagai reseptif (bottom). Sementara determinan penyebab perilaku LSL dipengaruhi oleh faktor lingkungan, psikologis, ekonomi, perilaku, dan orang tua. Kesimpulan: Perilaku seksual yang dilakukan LSL tersebut lebih berisiko terhadap penularan virus termasuk HIV. Sementara determinan perilaku LSL yang paling dominan dalam literatur ini adalah faktor orang tua.

Perilaku seksual berisiko yang dilakukan LSL adalah melakukan seks anal, tidak menggunakan kondom, tidak melakukan VCT, dan posisi berhubungan seksual sebagai reseptif (bottom) yang mana lebih berisiko terhadap penularan virus (termasuk HIV).Sementara determinan perilaku LSL di Indonesia antara lain faktor lingkungan, psikologis, ekonomi, perilaku, dan orang tua.Faktor yang paling dominan dalam literatur ini adalah faktor orang tua.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh teknologi, khususnya internet, terhadap perilaku seksual berisiko pada LSL. Selain itu, penelitian tentang determinan perilaku LSL dari segi genetik juga dapat menjadi arah studi yang menarik. Terakhir, penting untuk mengkaji lebih dalam tentang peran orang tua dalam membentuk perilaku seksual berisiko pada LSL, termasuk pengaruh pola asuh dan komunikasi dalam keluarga.

Read online
File size250.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test