UNISMUNISM

Journal Pharmaceutical Care and SciencesJournal Pharmaceutical Care and Sciences

Ekstrak daun sembung dibuat sediaan spray gel, dengan variasi konsentrasi carbopol 940 dan HPMC. Spray gel dipilih karena memiliki keuntungan praktis digunakan, tingkat kontaminasi mikroorganisme relatif rendah, mudah kering dan mudah dicuci. Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Karbopol 940 dan HPMC terhadap evaluasi fisik dan stabilitas sediaan spray gel ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L.)). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan one shot case study. Ekstrak sembung diformulasikan menjadi 4 formula sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC berturut‑turut yaitu (0,2:0,5);(0,4:0,6);(0,6:0,7) dan (0,8:0,4). Kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode cycling test selama 12 hari sebanyak 6 siklus dengan mengevaluasi sebelum dan sesudah cycling test, evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan pola penyemprotan, waktu kering dan ketahanan melekat. Hasil uji organoleptik menunjukkan adanya perbedaan warna dan konsistensi, uji homogenitas didapatkan sediaan homogen, uji pH dan viskositas formula menurun, uji daya sebar dan pola penyemprotan yang baik adalah formula III dan IV, uji waktu kering semua sediaan baik, uji ketahanan melekat yang baik adalah formula III dan IV. Variasi konsentrasi Karbopol 940 dan HPMC memiliki pengaruh terhadap sediaan sebelum dan sesudah uji stabilitas. Sediaan yang baik didapatkan pada formula III dan IV konsentrasi karbopol 940 dan HPMC sebanyak (0,6:0,7) dan (0,8:0,4).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC spray gel berpengaruh terhadap stabilitas sediaan seperti organoleptis, uji pH, dan uji viskositas, daya sebar dan pola penyemprotan, dan uji waktu kering.Formulasi yang memenuhi evaluasi stabilitas untuk sediaan spray gel ekstrak daun Sembung (Blumea balsamifera (L.)) dengan variasi basis karbopol 940 dan HPMC yang dilakukan sebelum temperatur cycling test dan sesudah temperatur cycling test adalah formula 3 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,6 gram dan konsentrasi HPMC sebesar 0,7 gram, formula 4 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,8 gram dan konsentrasi HPMC sebesar 0,4 gram.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi stabilitas jangka panjang sediaan spray gel selama enam bulan pada kondisi penyimpanan yang berbeda untuk mengetahui perubahan fisik dan kimia yang mungkin terjadi; selanjutnya, penting untuk menguji aktivitas antimikroba serta potensi iritasi kulit dari formulasi tersebut pada model in vitro dan in vivo, sehingga keamanan dan efektivitasnya dapat dipastikan; terakhir, dapat dilakukan perbandingan antara Karbopol 940/HPMC dengan agen penggel yang lain, seperti polivinil alkohol atau nanoemulsi, untuk menilai apakah kombinasi alternatif dapat meningkatkan sifat penyebaran, viskositas, dan daya rekat tanpa mengorbankan stabilitas, sehingga memberikan pilihan formulasi yang lebih optimal untuk aplikasi dermatologis.

  1. Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS) | Journal Pharmaceutical Care... doi.org/10.33859/jpcs.v4i2Vol 4 No 2 2024 Journal of Pharmaceutical Care and Sciences JPCS Journal Pharmaceutical Care doi 10 33859 jpcs v4i2
  2. Brazil - Formulation and evaluation of topical herbal gel for the treatment of arthritis in animal model... doi.org/10.1590/s1984-82502016000300015Brazil Formulation and evaluation of topical herbal gel for the treatment of arthritis in animal model doi 10 1590 s1984 82502016000300015
Read online
File size409.66 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test