UMTUMT

Human verificationHuman verification

Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) Indonesia saat ini menghadapi persaingan yang meningkat akibat perlambatan pertumbuhan pasar dan perubahan perilaku konsumen, yang mengharuskan perusahaan memperkuat manajemen pengetahuan dan kemampuan inovasi untuk mempertahankan kinerja. Penelitian ini menguji pengaruh Proses Manajemen Pengetahuan (KMP) dan Perilaku Kerja Inovatif (IWB) terhadap Kinerja Perusahaan (FP), dengan Inovasi (INNO) berfungsi sebagai variabel mediasi dalam kerangka Knowledge-Based View (KBV). Desain kuantitatif deskriptif‑penjelas diterapkan, melibatkan 104 karyawan PT Paragon Technology and Innovation sebagai responden, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS‑SEM). Hasil menunjukkan bahwa IWB secara signifikan meningkatkan KMP namun tidak berpengaruh langsung terhadap FP. Sebaliknya, KMP berpengaruh positif terhadap FP dan INNO, sementara INNO sepenuhnya memediasi hubungan antara IWB dan FP serta memediasi sebagian hubungan antara KMP dan FP. Nilai R² yang tinggi untuk FP (76,6 %) dan INNO (74,2 %) menunjukkan daya jelaskan yang kuat dari model penelitian. Secara konseptual, studi ini memberikan kebaruan dengan mengintegrasikan IWB dan KMP secara simultan dalam memprediksi FP melalui mekanisme mediasi inovasi pada konteks FMCG Indonesia. Secara praktis, temuan menekankan perlunya organisasi memperkuat sistem manajemen pengetahuan sebagai fondasi bagi inovasi dan peningkatan kinerja berkelanjutan, khususnya dalam industri FMCG.

Penelitian ini membuktikan bahwa Proses Manajemen Pengetahuan (KMP) berperan signifikan dalam meningkatkan Kinerja Perusahaan (FP) baik secara langsung maupun melalui inovasi.Perilaku Kerja Inovatif (IWB) tidak memberikan dampak langsung terhadap FP, melainkan meningkatkan KMP dan inovasi, yang pada gilirannya memediasi pengaruhnya terhadap FP.Model yang dikembangkan menunjukkan daya jelaskan yang kuat, dengan R² lebih dari 70 % untuk FP dan inovasi, menegaskan pentingnya integrasi manajemen pengetahuan dan perilaku inovatif dalam menghasilkan inovasi yang mendorong kinerja perusahaan FMCG di Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara komparatif apakah budaya organisasi memoderasi hubungan antara Proses Manajemen Pengetahuan (KMP) dan inovasi (INNO) pada perusahaan Fast‑Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia dengan melibatkan sejumlah perusahaan dari berbagai segmen pasar, sehingga dapat memperluas generalisasi temuan dan mengidentifikasi perbedaan konteks budaya yang mempengaruhi efektivitas KMP. Selain itu, studi longitudinal yang memantau perkembangan kemampuan digital organisasi selama beberapa tahun dapat menilai bagaimana kemampuan digital tersebut mempengaruhi efek Perilaku Kerja Inovatif (IWB) terhadap inovasi serta pada gilirannya terhadap kinerja perusahaan, memberikan wawasan tentang dinamika transformasi digital dan kontribusinya terhadap penciptaan nilai jangka panjang. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran gaya kepemimpinan sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi kekuatan mediasi inovasi antara KMP/IWB dan kinerja perusahaan, dengan membandingkan gaya kepemimpinan transformasional, transaksional, dan servant leadership untuk mengidentifikasi pendekatan kepemimpinan yang paling efektif dalam mendorong inovasi berkelanjutan di sektor FMCG.

Read online
File size412.69 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test