STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriJENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriKerusakan pada komponen roll sering terjadi sebelum masa pakai berakhir, sehingga menyebabkan downtime tinggi dan menurunkan kinerja produksi. Selain itu, sistem preventive maintenance yang diterapkan belum berbasis analisis kuantitatif seperti MTBF dan MTTR, sehingga evaluasi keandalan dan efisiensi perbaikan belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis keandalan mesin Spreader Roll pada PT XYZ Karawang menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data historis kerusakan tahun 2024. Permasalahan utama perusahaan adalah tingginya frekuensi kerusakan komponen kritis, khususnya bearing, yang menyebabkan peningkatan downtime produksi. Metode penelitian meliputi analisis Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time to Repair (MTTR), perhitungan availability, serta identifikasi akar penyebab kegagalan menggunakan diagram fishbone dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin Spreader Roll memiliki frekuensi kerusakan tertinggi dengan bearing sebagai komponen paling kritis. Interval preventive maintenance optimal diperoleh setiap 66 hari, lebih singkat dibandingkan jadwal aktual perusahaan sebesar 90 hari. Nilai availability sebesar 96,65% mengindikasikan kinerja mesin berada dalam kategori keandalan yang baik, namun masih berpotensi ditingkatkan melalui perawatan yang lebih terjadwal. Analisis FMEA menunjukkan faktor manusia, metode, dan pengukuran sebagai penyebab dominan kegagalan dengan nilai Risk Priority Number tertinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penentuan jadwal preventive maintenance berbasis MTBF dan MTTR efektif meningkatkan keandalan mesin serta menurunkan risiko downtime produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval preventive maintenance optimal untuk mesin Spreader Roll adalah setiap 66 hari.Interval ini lebih cepat 24 hari dibandingkan jadwal aktual perusahaan yang dilakukan setiap 90 hari.Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penyesuaian jadwal perawatan diperlukan agar sesuai dengan pola kerusakan aktual mesin.Spreader Roll juga teridentifikasi sebagai mesin dengan frekuensi kerusakan tertinggi sepanjang tahun 2024, dengan komponen bearing sebagai penyebab dominan kegagalan.Kondisi ini mengonfirmasi bahwa komponen bearing merupakan elemen kritis yang memerlukan prioritas pemantauan dan perawatan.Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis perhitungan MTBF dan MTTR pada mesin Spreader Roll mampu memberikan dasar kuantitatif dalam penentuan interval preventive maintenance.Hasil analisis juga menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal perawatan berpengaruh terhadap peningkatan keandalan mesin dan pengendalian downtime produksi.Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan strategi preventive maintenance yang lebih terukur dan berbasis data pada komponen kritis mesin produksi.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Mengembangkan sistem pemantauan kondisi mesin (condition monitoring) berbasis sensor getaran untuk mendeteksi kegagalan pada komponen bearing secara dini. Hal ini dapat membantu mengurangi downtime dan meningkatkan keandalan mesin secara keseluruhan.. . 2. Melakukan pelatihan dan peningkatan kompetensi operator dalam hal perawatan dan pemeliharaan mesin, khususnya terkait dengan prosedur pemasangan bearing dan pemeliharaan rutin. Hal ini dapat mengurangi kesalahan manusia yang menjadi penyebab dominan kegagalan.. . 3. Menerapkan sistem manajemen kualitas (quality management system) yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kondisi mesin. Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan mesin secara lebih efektif, termasuk kualitas pelumas dan prosedur perawatan yang tepat.. . 4. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan jadwal preventive maintenance berdasarkan pola kerusakan aktual mesin. Penelitian ini dapat menggunakan teknik-teknik analisis data lanjutan seperti analisis regresi atau machine learning untuk memprediksi waktu terjadinya kerusakan dan menentukan jadwal perawatan yang optimal.. . 5. Mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system) yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kondisi mesin. Sistem ini dapat memberikan notifikasi kepada operator atau tim perawatan ketika ada indikasi kegagalan atau penurunan kinerja mesin, sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan secara proaktif.. . 6. Melakukan studi kasus lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keandalan mesin, seperti suhu operasi, paparan debu atau bahan kimia, dan kondisi getaran. Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap mesin.. . 7. Mengembangkan strategi pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) yang menggabungkan corrective maintenance dengan preventive maintenance. Strategi ini dapat membantu perusahaan menyesuaikan jadwal perawatan dengan kondisi aktual mesin, sehingga mengurangi downtime dan meningkatkan keandalan mesin secara berkelanjutan.. . 8. Melakukan penelitian kolaboratif dengan produsen bearing atau ahli teknik mesin untuk mengembangkan desain bearing yang lebih tahan lama dan dapat mengurangi frekuensi kegagalan. Hal ini dapat meningkatkan keandalan mesin secara signifikan.. . 9. Mengembangkan sistem manajemen suku cadang (spare parts management) yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kondisi mesin. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan mesin secara tepat waktu, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan efisiensi proses perbaikan.. . 10. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan prosedur perbaikan dan standarisasi proses perawatan mesin. Penelitian ini dapat mencakup analisis waktu dan gerakan (time and motion study) untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diperbaiki atau dioptimalkan, sehingga mengurangi waktu perbaikan dan meningkatkan efisiensi proses produksi.. . Dengan menerapkan saran-saran penelitian lanjutan ini, perusahaan dapat meningkatkan keandalan mesin Spreader Roll dan mesin-mesin lainnya secara signifikan, mengurangi downtime, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
- Assessing Reliability in Manufacturing Systems by a New Arrangement of the Mean Time Between Failures... doi.org/10.29194/NJES.28040555Assessing Reliability in Manufacturing Systems by a New Arrangement of the Mean Time Between Failures doi 10 29194 NJES 28040555
- ANALISIS PERAWATAN PAPER MACHINE UNTUK MENGURANGI KERTAS PUTUS PADA PT.X PAPER MILLS DI JAWA TIMUR |... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/itabaos/article/view/11575ANALISIS PERAWATAN PAPER MACHINE UNTUK MENGURANGI KERTAS PUTUS PADA PT X PAPER MILLS DI JAWA TIMUR ojs3 unpatti ac index php itabaos article view 11575
- Improving Facility Operations: A Quantitative Evaluation of MTBF, MTTR, and SLA Targets | European Journal... ejiss.com/index.php/journal/article/view/37Improving Facility Operations A Quantitative Evaluation of MTBF MTTR and SLA Targets European Journal ejiss index php journal article view 37
- Analisis Performance Maintenance Pada Blowout Preventer Menggunakan Metode Reability MTBF MTTR Dan Degradation... doi.org/10.47970/jttt.v2i1.628Analisis Performance Maintenance Pada Blowout Preventer Menggunakan Metode Reability MTBF MTTR Dan Degradation doi 10 47970 jttt v2i1 628
| File size | 251.72 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Implementasi FMEA terbukti efektif dalam memprioritaskan risiko secara sistematis dan mendukung transisi dari corrective maintenance menuju preventiveImplementasi FMEA terbukti efektif dalam memprioritaskan risiko secara sistematis dan mendukung transisi dari corrective maintenance menuju preventive
UMSIDAUMSIDA Moderate slope angles yielded optimal performance, with the highest effective field capacity and acceptable fuel consumption. Operating at 5 km/h offeredModerate slope angles yielded optimal performance, with the highest effective field capacity and acceptable fuel consumption. Operating at 5 km/h offered
UMBUMB Selain itu, di antara berbagai konsentrasi kalium hidroksida (KOH), larutan 30% berat menunjukkan konsumsi daya terendah untuk elektrolisis. PercobaanSelain itu, di antara berbagai konsentrasi kalium hidroksida (KOH), larutan 30% berat menunjukkan konsumsi daya terendah untuk elektrolisis. Percobaan
PUBMEDIAPUBMEDIA Indonesia memiliki potensi perikanan yang melimpah, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya air tawar dan air asin. Oleh karena itu, pengolahan hasilIndonesia memiliki potensi perikanan yang melimpah, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya air tawar dan air asin. Oleh karena itu, pengolahan hasil
ITSITS Penelitian ini menyelidiki penerapan model deteksi kegagalan berdasarkan pendekatan pembelajaran mesin dan statistik untuk mengurangi waktu henti yangPenelitian ini menyelidiki penerapan model deteksi kegagalan berdasarkan pendekatan pembelajaran mesin dan statistik untuk mengurangi waktu henti yang
UWIKAUWIKA Penelitian dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 1-2 Oktober 2024, dengan menggunakan alat ukur suhu dan pengukur arus listrik. Hasil menunjukkanPenelitian dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 1-2 Oktober 2024, dengan menggunakan alat ukur suhu dan pengukur arus listrik. Hasil menunjukkan
IOINFORMATICIOINFORMATIC Hasil menunjukkan bahwa meskipun perbedaan kecepatan jaringan memengaruhi waktu transfer, perbedaan tersebut tidak signifikan sehingga koneksi dapat dianggapHasil menunjukkan bahwa meskipun perbedaan kecepatan jaringan memengaruhi waktu transfer, perbedaan tersebut tidak signifikan sehingga koneksi dapat dianggap
POLIJEPOLIJE Mesin mudah dibuat dengan bahan yang mudah didapat dengan harga yang relatif murah dan terjangkau, serta bersifat portable sehingga mudah untuk digunakanMesin mudah dibuat dengan bahan yang mudah didapat dengan harga yang relatif murah dan terjangkau, serta bersifat portable sehingga mudah untuk digunakan
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian menunjukkan bahwa Standard Operational Procedure (SOP) yang ada perlu ditelaah ulang karena simulasi ProModel hanya menghasilkan penyelesaianPenelitian menunjukkan bahwa Standard Operational Procedure (SOP) yang ada perlu ditelaah ulang karena simulasi ProModel hanya menghasilkan penyelesaian
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Hasil implementasi menunjukkan sistem berhasil menyelesaikan semua perbedaan data, mencapai akurasi 100% yang ditunjukkan oleh hasil bahwa 67,8% perbedaanHasil implementasi menunjukkan sistem berhasil menyelesaikan semua perbedaan data, mencapai akurasi 100% yang ditunjukkan oleh hasil bahwa 67,8% perbedaan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti motivasi, kompensasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja serta memperluasSelain itu, penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti motivasi, kompensasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja serta memperluas
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Data penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta telaah dokumen berupa laporan produksi dan catatan downtimeData penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta telaah dokumen berupa laporan produksi dan catatan downtime