PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Balai XYZ adalah salah satu badan usaha yang bergerak bergerak pada bidang pelayanan jasa industri, standardisasi dan sertifikasi. Balai XYZ menyediakan fasilitasi pelatihan teknis untuk industri yang ingin mengembangkan posisinya dalam persaingan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko tertinggi dari hasil perhitungan FMEA, mengetahui akar permasalahan dari kemungkinan terjadinya suatu risiko dengan metode FTA dan mengetahui tindakan mitigasi risiko dari akar permasalahannya. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa risiko tertinggi adalah conflict of interest dengan skor Risk Priority Number (RPN) sebesar 64. Akar permasalahan yang diperoleh dari analisis FTA yaitu adanya koneksi pribadi antara pembimbing dengan pelanggan, favoritisme oleh pembimbing, kurangnya komunikasi, pembimbing terlalu lama dalam mempersiapkan dokumen, dokumen yang diberikan pelanggan tidak lengkap, dan adanya ketidakseimbangan dalam alokasi anggaran. Serta, tindakan mitigasi yang dapat dilakukan yaitu, melakukan dokumentasi lengkap untuk seluruh interaksi dengan pelanggan dan keputusan yang diambil oleh pembimbing, bimbingan dialihkan kepada pembimbing lain yang tidak berpotensi memiliki hubungan atau koneksi pribadi dengan pelanggan, pelaporan berkala melalui komunikasi informal melalui kemajuan pendaftaran sertifikasi, memberdayakan peserta PKL dalam membantu mempersiapkan dokumen-dokumen yang perlu diedit dan dicek ulang, menyediakan dan memberikan checklist dokumen dan isi dokumen yang detail kepada pelanggan dan melakukan konsultasi awal secara mendalam, dan menyusun mekanisme penyesuaian anggaran yang lebih fleksibel apabila terjadi perubahan kebutuhan.

Berdasarkan hasil penelitian, risiko tertinggi pada proses pelayanan pelatihan teknis Balai XYZ adalah conflict of interest dengan skor Risk Priority Number (RPN) sebesar 64.Analisis Fault Tree Analysis mengidentifikasi akar penyebabnya berupa koneksi pribadi antara pembimbing dengan pelanggan, favoritisme, kurangnya komunikasi, keterlambatan persiapan dokumen, dokumen tidak lengkap, serta ketidakseimbangan alokasi anggaran.Rekomendasi mitigasi meliputi dokumentasi lengkap interaksi, pengalihan bimbingan, pelaporan berkala, pemberdayaan peserta PKL, penyediaan checklist dokumen, konsultasi mendalam, dan mekanisme penyesuaian anggaran yang fleksibel.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas tindakan mitigasi yang diusulkan melalui studi longitudinal yang membandingkan tingkat kejadian conflict of interest sebelum dan sesudah penerapan dokumentasi lengkap serta rotasi pembimbing. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model kuantitatif penilaian risiko yang mengintegrasikan persepsi pemangku kepentingan, sehingga faktor-faktor subjektif seperti kepercayaan dan kepuasan pelanggan dapat dimasukkan ke dalam perhitungan Risk Priority Number. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi penerapan teknologi digital, misalnya platform manajemen dokumen berbasis cloud dan sistem notifikasi otomatis, untuk meningkatkan transparansi komunikasi dan mengurangi peluang terjadinya favoritisme serta ketidakseimbangan anggaran. Semua usulan ini diharapkan dapat memperkuat sistem manajemen risiko pada layanan pelatihan teknis Balai XYZ dan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika industri. Selain itu, analisis komparatif antara metode FMEA‑FTA dengan pendekatan lain seperti HAZOP atau ISO 31000 dapat memberikan wawasan tentang kelebihan dan keterbatasan masing‑masing dalam konteks pelatihan teknis, sehingga membantu organisasi memilih strategi mitigasi yang paling sesuai.

  1. Implementasi Manajemen Risiko Pada Produk Cicil Emas di PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. KCP Sleman 2... journal.uii.ac.id/JABIS/article/view/34852Implementasi Manajemen Risiko Pada Produk Cicil Emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk KCP Sleman 2 journal uii ac JABIS article view 34852
Read online
File size300.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test