STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriJENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriKeandalan mesin produksi menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran proses, efisiensi operasional, dan keselamatan kerja di industri manufaktur. Permasalahan yang terjadi di Perusahaan XYZ adalah tingginya frekuensi kerusakan mesin las Metal Inert Gas (MIG) akibat belum diterapkannya sistem preventive maintenance yang terjadwal, sehingga menyebabkan downtime produksi dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan mesin menggunakan metode failure mode and effects analysis (FMEA). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis data historis kerusakan. Setiap mode kegagalan dinilai berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection untuk memperoleh nilai risk priority number (RPN). Hasil analisis menunjukkan terdapat delapan mode kegagalan utama, dengan nilai RPN tertinggi pada kabel daya terkelupas (RPN = 360), suhu torch berlebih (RPN = 315), dan kontaminasi permukaan benda kerja (RPN = 280). Ketiga kegagalan tersebut memiliki dampak signifikan terhadap keselamatan operator dan kontinuitas produksi. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada inspeksi rutin kabel, pemasangan sistem pendingin torch, serta penerapan standar operasional prosedur pembersihan area kerja. Implementasi FMEA terbukti efektif dalam memprioritaskan risiko secara sistematis dan mendukung transisi dari corrective maintenance menuju preventive maintenance.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode FMEA pada perawatan mesin las MIG di Perusahaan XYZ berhasil mengidentifikasi delapan mode kegagalan utama dan menentukan prioritas risiko secara sistematis melalui nilai risk priority number (RPN).Temuan utama menonjolkan kabel daya terkelupas sebagai kegagalan paling kritis (RPN 360), diikuti suhu torch berlebih (RPN 315) dan kontaminasi permukaan benda kerja (RPN 280).Tiga kegagalan tersebut berdampak signifikan pada keselamatan kerja, kualitas hasil pengelasan, serta kelancaran produksi, sementara sistem perawatan yang masih bersifat corrective maintenance menjadi penyebab utama tingginya frekuensi kerusakan dan downtime.Diperlukan penerapan strategi preventive maintenance melalui inspeksi rutin, sistem pendingin, SOP pembersihan, pelatihan operator, jadwal perawatan berkala, dan peningkatan sistem deteksi kegagalan untuk meningkatkan keandalan mesin dan mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Pertama, lakukan studi komparatif antara penjadwalan preventive maintenance berbasis RPN dengan pendekatan predictive maintenance berbasis sensor IoT untuk menentukan efisiensi biaya dan peningkatan ketersediaan mesin. Kedua, kembangkan modul pelatihan operator yang mengintegrasikan simulasi FMEA sehingga operator dapat mengidentifikasi mode kegagalan secara real-time dan menyesuaikan prosedur operasi. Ketiga, lakukan evaluasi jangka panjang terhadap keberlanjutan program FMEA dengan menambahkan indikator performa terkait energi dan limbah, sehingga perusahaan dapat menilai dampak lingkungan selain peningkatan keandalan mesin.
| File size | 226.92 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Berdasarkan fakta dan pengamatan dari kejadian yang penyusun amati, serta dengan merujuk pada latar belakang tersebut diatas, maka penyusun tertarik menuangkanBerdasarkan fakta dan pengamatan dari kejadian yang penyusun amati, serta dengan merujuk pada latar belakang tersebut diatas, maka penyusun tertarik menuangkan
ARITEKINARITEKIN Produktivitas dan kebutuhan ini bertujuan untuk mendukung target produksi beton pracetak, khususnya spun pile. Dengan demikian, diharapkan produktivitasProduktivitas dan kebutuhan ini bertujuan untuk mendukung target produksi beton pracetak, khususnya spun pile. Dengan demikian, diharapkan produktivitas
UNIDAUNIDA Riset dan pengembangan satuan anti-drone TNI AD belum optimal karena kendala anggaran dan ketiadaan program R&D khusus dari Kementerian Pertahanan. OlehRiset dan pengembangan satuan anti-drone TNI AD belum optimal karena kendala anggaran dan ketiadaan program R&D khusus dari Kementerian Pertahanan. Oleh
SESKOAU MILSESKOAU MIL Implementasi konsep Gunship berbasis Smart Weapon System pada Pesawat Angkut TNI Angkatan Udara mengintegrasikan teknologi canggih seperti FLIR, CTDLS,Implementasi konsep Gunship berbasis Smart Weapon System pada Pesawat Angkut TNI Angkatan Udara mengintegrasikan teknologi canggih seperti FLIR, CTDLS,
POLBENGPOLBENG Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di wilayah laut seluas 6,4 juta kilometer persegi.Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di wilayah laut seluas 6,4 juta kilometer persegi.
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA 481; f² = 0. 524), diikuti oleh efisiensi operasional (β = 0. 296; f² = 0. 433), dan strategi bisnis (β = 0. 253; f² = 0. 884). Temuan menegaskan481; f² = 0. 524), diikuti oleh efisiensi operasional (β = 0. 296; f² = 0. 433), dan strategi bisnis (β = 0. 253; f² = 0. 884). Temuan menegaskan
POLTEKPEL SBYPOLTEKPEL SBY Jika kapal tidak memiliki stabilitas akibat kebocoran tangka ballast, hal tersebut dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kapal yang berakibat kapal akanJika kapal tidak memiliki stabilitas akibat kebocoran tangka ballast, hal tersebut dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kapal yang berakibat kapal akan
UPSUPS Dalam penggunaan ponton, perencanaan yang matang dan pemilihan ponton yang sesuai dengan kondisi perairan menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatanDalam penggunaan ponton, perencanaan yang matang dan pemilihan ponton yang sesuai dengan kondisi perairan menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Studi ini telah menghasilkan sistem Konversi Bill of Materials (BOM) kategori BulkPart atau dikenal sebagai Sistem KML untuk produk Semi-Trailer Side TipperStudi ini telah menghasilkan sistem Konversi Bill of Materials (BOM) kategori BulkPart atau dikenal sebagai Sistem KML untuk produk Semi-Trailer Side Tipper
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penerapan metode MODAPTS yang terintegrasi dengan simulasi sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis dataPenelitian ini memberikan kontribusi dalam penerapan metode MODAPTS yang terintegrasi dengan simulasi sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Secara keseluruhan, RPW memperbaiki keseimbangan lintasan produksi tinta, mengurangi idle time, menghilangkan bottleneck, dan meningkatkan pemanfaatanSecara keseluruhan, RPW memperbaiki keseimbangan lintasan produksi tinta, mengurangi idle time, menghilangkan bottleneck, dan meningkatkan pemanfaatan
SESKOAU MILSESKOAU MIL Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Adversity Quotient (26 aitem, α=0,904) dan Skala Resilience (38 aitem, α=0,960) denganMetode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Adversity Quotient (26 aitem, α=0,904) dan Skala Resilience (38 aitem, α=0,960) dengan