UNSRATUNSRAT

CHEMPROGCHEMPROG

Logam berat kadmium adalah salah satu polutan yang dapat masuk perairan melalui buangan berbagai industri yang terus berkembang. Di beberapa tempat di Indonesia, polutan ini telah terdeteksi dalam jumlah melebihi nilai ambang sehingga perlu terus dilakukan upaya untuk mengeliminasi logam berat dari perairan. Salah satu metode yang telah diketahui cukup efektif dan ekonomis adalah adsorpsi dan upaya untuk mengembangkan adsorben logam berat masih terus dilakukan. Dalam penelitian ini telah dilakukan modifikasi tulang ikan cakalang yang mengandung hidroksiapatit dengan magnesium untuk mendapatkan material adsorben yang lebih baik. Modifikasi dilakukan melalui reaksi tulang ikan dengan magnesium hidrogen fosfat dalam asam fosfat pada pH 2,3 dan kemudian dikalsinasi pada 600 oC. Material yang diperoleh kemudian dikarakterisasi dengan teknik XRD, SEM, dan XRF dan dievaluasi adsorpsinya dengan model adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Karakterisasi dengan teknik XRD mengindikasikan terbentuknya whitlokit, suatu biomineral yang jarang ditemui dan diketahui memiliki karakter yang lebih baik dari hidroksiapatit. Evaluasi adsorpsi menunjukkan bahwa material hasil modifikasi memiliki kapasitas adsorpsi yang lebih besar dibanding dengan tulang ikan tidak termodifikasi.

Modifikasi tulang ikan cakalang melalui reaksinya dengan magnesium hidrogen fosfat pada kondisi tertentu menghasilkan material yang terindikasi sebagai mineral whitlokit dengan kemampuan adsorpsi yang lebih besar dibanding tulang ikan sendiri ataupun tulang ikan yang dikalsinasi pada 600 oC.Analisis data eksperimen adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi kadmium(II) pada material termodifikasi magnesium mengikuti model adsorpsi Freundlich dengan kapasitas adsorpsi mencapai 0.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah material tulang ikan yang dimodifikasi dengan magnesium juga efektif dalam mengadsorpsi logam berat lain seperti timbal, nikel, atau arsenik, baik secara tunggal maupun dalam campuran kontaminan. Selain itu, diperlukan kajian sistematis mengenai pengaruh variasi pH, suhu kalkinasi, dan konsentrasi magnesium hidrogen fosfat terhadap struktur kristal whitlockite serta kapasitas adsorpsi, sehingga dapat ditentukan kondisi optimal untuk aplikasi skala industri. Selanjutnya, studi regenerasi dan penggunaan berulang material adsorben harus dilakukan untuk menilai kestabilan performa serta potensi penurunan biaya operasional pada proses pengolahan air. Penelitian juga dapat mengevaluasi integrasi material ini ke dalam sistem filtrasi atau kolom reaktor kontinu, dengan memantau kinetika adsorpsi dan penurunan konsentrasi logam dalam aliran air nyata. Sebagai alternatif, eksplorasi substitusi atau kombinasi magnesium dengan elemen lain seperti kalsium atau seng dapat dipertimbangkan untuk memperluas sifat bioaktif dan meningkatkan kapasitas adsorpsi. Akhirnya, analisis dampak lingkungan dan toksisitas residu material setelah proses adsorpsi diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan pada ekosistem perairan.

  1. Effect of Whitlockite as a new bone substitute for bone formation in spinal fusion and ectopic ossification... doi.org/10.1186/s40824-021-00237-3Effect of Whitlockite as a new bone substitute for bone formation in spinal fusion and ectopic ossification doi 10 1186 s40824 021 00237 3
  2. Kajian Kandungan Logam Berat kadmium Pada Air, Sedimen, dan Ikan Bawal (Pampus argenteus) di Tempat Pelelangan... journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/17564Kajian Kandungan Logam Berat kadmium Pada Air Sedimen dan Ikan Bawal Pampus argenteus di Tempat Pelelangan journal trunojoyo ac juvenil article view 17564
  3. Analisis Kandungan Kadmium (Cd) pada Sedimen di Teluk Totok | JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin.... journalpustaka.com/index.php/jpnm/article/view/991Analisis Kandungan Kadmium Cd pada Sedimen di Teluk Totok JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin journalpustaka index php jpnm article view 991
Read online
File size427.47 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test