STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Kanker servik merupakan pembunuh wanita nomor satu didunia. Salah satu cara untuk mencegah meningkatnya kejadian kanker servik yakni dengan memeriksakan diri dengan cara pemeriksaan pap smear, penyuluhan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya pemeriksaan pap smear sehingga dapat menurunkan angka kejadian kanker servik pemeriksaan pap smear dilakukan untuk mengetahui sel kanker sedini mungkin sehingga pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang pentingnya pemeriksaan pap smear, penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasyexperiment dengan menggunakan teknik proporsional random samplingone group pre-test and post-test, sampel dalam penelitian ini sebanyak64 responden. Hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji univariat didapatkan hasil bahwa rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan adalah 6,58 dan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan penyuluhanadalah 16,57 dari hasil uji statistik wilcoxon didapatkan p-value 0,001 ≤ 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pegaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang pentingnya pemeriksaan pap smear. Untuk itu pemeriksaan pap smear sangat penting dilakukan oleh ibu untuk mencegah terjadinya kanker servik.

Pengetahuan ibu sebelum penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan pap smear di wilayah kerja Puskesmas Sukarami Palembang memiliki nilai mean 6,58 dengan standar deviasi 1,270.Setelah penyuluhan, pengetahuan meningkat menjadi mean 16,75 dengan standar deviasi 1,260.Analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi (p‑value = 0,001).

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana pengaruh pemberian penyuluhan secara berulang selama beberapa bulan terhadap retensi pengetahuan ibu serta tingkat partisipasi pemeriksaan pap smear secara nyata, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan pengetahuan berkelanjutan dapat mengubah perilaku skrining. Selain itu, diperlukan studi kualitatif yang mendalam dengan wawancara semi‑terstruktur kepada ibu‑ibu usia subur untuk mengidentifikasi faktor psikologis, sosial, dan struktural yang menjadi penghalang atau pendorong mereka dalam melakukan pap smear, sehingga intervensi dapat dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Selanjutnya, sebuah percobaan terkontrol dapat menguji efektivitas integrasi teknologi seluler, seperti pengingat melalui SMS atau aplikasi mobile, bersama dengan program penyuluhan tradisional, untuk meningkatkan frekuensi kunjungan pemeriksaan pap smear di komunitas yang sebelumnya rendah partisipasinya. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti komprehensif bagi pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan dalam merancang program skrining serviks yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hasil temuan juga dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan modul pelatihan bagi penyuluh kesehatan yang menyesuaikan konten dengan tingkat literasi dan kebudayaan setempat.

Read online
File size234.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test