UNITOMOUNITOMO

Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan KomunikasiInform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Penelitian ini membahas kebutuhan mendesak untuk evaluasi kepatuhan sistematis terhadap lembaga penyiaran radio di Indonesia di tengah transisi negara ke penyiaran digital. Karena Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi mewajibkan kepatuhan terhadap kerangka regulasi baru, memastikan kepatuhan penyiar telah menjadi kritis untuk menjaga akuntabilitas media, kualitas, dan tata kelola. Untuk mengevaluasi kepatuhan di seluruh dimensi administratif, teknis, dan hukum, penelitian ini mengintegrasikan Proses Hierarki Analisis (AHP) untuk menentukan bobot prioritas dan Metode Penjumlahan Berbobot Sederhana (SAW) untuk mengurutkan 527 penyiar radio. Metode AHP mencapai rasio konsistensi (CR) kurang dari 0,1, yang memvalidasi penugasan bobot berdasarkan ahli untuk delapan kriteria regulasi, termasuk lisensi, pembayaran izin, standar peralatan teknis, dan pelaporan kepemilikan. Metode SAW kemudian menerjemahkan bobot ini menjadi skor kinerja, mengkategorikan stasiun menjadi tiga tingkat kepatuhan: Tinggi (382 penyedia, dengan skor rata-rata 100%), Sedang (120 penyedia, dengan skor rata-rata 83,65%), dan Rendah (25 penyedia, dengan skor rata-rata 50,85%). Hasil ini menunjukkan kepatuhan regulasi yang relatif tinggi di antara penyiar radio, yang menunjukkan peningkatan kesadaran institusional dan efektivitas mekanisme pengawasan saat ini. Sistem Dukungan Keputusan (DSS) yang didorong data yang dikembangkan dari kerangka ini menawarkan regulator alat yang dapat skalanya untuk merumuskan kebijakan dan intervensi yang ditargetkan berdasarkan hasil kepatuhan yang dapat diukur.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang analisis tingkat kepatuhan penyiaran radio menggunakan metode AHP dan SAW.Penentuan bobot kriteria yang konsisten dan relevan melalui AHP Metode AHP berhasil diterapkan untuk menentukan bobot prioritas untuk setiap kriteria evaluasi kepatuhan dalam operasi penyiaran radio.Nilai Rasio Konsistensi (CR) yang dihasilkan kurang dari 0,1 menunjukkan bahwa penilaian ahli terhadap kriteria konsisten dan andal secara metodologis.Hal ini mendukung validitas struktur hierarkis yang dikembangkan berdasarkan dimensi kepatuhan administratif, teknis, dan hukum sebagaimana diamanatkan oleh peraturan penyiaran, peringkat kepatuhan yang dapat diukur dan sistematis menggunakan SAW.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan sistem evaluasi kepatuhan yang serupa untuk penyiaran televisi digital dan penyedia konten streaming, terutama karena kerangka regulasi terus berevolusi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah model yang sama dapat diterapkan untuk penyiar televisi digital atau penyedia konten streaming, dan bagaimana sistem evaluasi dapat disesuaikan untuk mengakomodasi karakteristik unik dari platform penyiaran digital.. . 2. Menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kepatuhan yang rendah atau moderat di antara penyiar radio. Penelitian ini dapat menyelidiki tantangan spesifik yang dihadapi oleh penyiar dalam kategori kepatuhan ini, seperti peralatan yang usang, berkas administratif yang tidak lengkap, atau akses terbatas ke pembaruan regulasi. Dengan memahami hambatan ini, regulator dapat merancang intervensi yang lebih terarah dan efektif untuk meningkatkan kepatuhan.. . 3. Mengintegrasikan sistem evaluasi kepatuhan yang berbasis AHP-SAW ke dalam infrastruktur regulasi yang ada. Penelitian ini merekomendasikan agar Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi mengadopsi model ini untuk audit kepatuhan semi-tahunan. Selain itu, asosiasi penyiar dapat menggunakan temuan ini untuk menyelenggarakan lokakarya atau klinik teknis yang difokuskan untuk penyiar yang berada dalam kategori kepatuhan moderat dan rendah. Integrasi sistem evaluasi ke dalam platform seperti dashboard e-Penyiaran dapat mendukung pelacakan terus-menerus, memfasilitasi peringatan risiko otomatis untuk ketidakpatuhan, dan menghasilkan skor kepatuhan untuk setiap penyiar.

  1. A Comprehensive Review of Multiple Criteria Decision-Making (MCDM) Methods: Advancements, Applications,... dma-journal.org/index.php/dema/article/view/7A Comprehensive Review of Multiple Criteria Decision Making MCDM Methods Advancements Applications dma journal index php dema article view 7
  2. AHP as Multi-criteria Decision Making Technique, Empirical Study in Cooperative Learning at Gulf University... doi.org/10.19044/esj.2017.v13n13p272AHP as Multi criteria Decision Making Technique Empirical Study in Cooperative Learning at Gulf University doi 10 19044 esj 2017 v13n13p272
  3. Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. compliance evaluation system broadcasting... ejournal.unitomo.ac.id/index.php/inform/article/view/10496Inform Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi compliance evaluation system broadcasting ejournal unitomo ac index php inform article view 10496
Read online
File size321.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test