UNITOMOUNITOMO

Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan KomunikasiInform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Konvergensi jaringan nirkabel Generasi Keenam (6G) dan Internet of Things (IoT) menuntut tingkat kinerja, skalabilitas, dan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya. Arsitektur tradisional semakin tidak memadai dalam menghadapi tantangan komputasi dan keamanan yang muncul akibat konektivitas IoT massal, latensi ultra‑rendah, dan throughput data tinggi. Makalah ini mengusulkan arsitektur berbantuan kuantum yang mengintegrasikan prinsip komputasi kuantum dan komunikasi kuantum untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem 6G‑IoT, dengan memanfaatkan Quantum Key Distribution (QKD), Quantum Machine Learning (QML), dan routing yang dibantu keterikatan (entanglement). Kerangka kerja ini menyediakan enkripsi end‑to‑end, alokasi sumber daya cerdas, serta transmisi data yang tahan gangguan. Hasil simulasi dan analisis komparatif menunjukkan peningkatan signifikan pada throughput jaringan, latensi, dan ketahanan keamanan dibandingkan arsitektur 6G‑IoT klasik, menandai langkah fondasional menuju jaringan nirkabel generasi berikutnya yang aman dan cerdas melalui integrasi teknologi kuantum.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknik komputasi kuantum, khususnya Quantum Approximate Optimisation Algorithm (QAOA), dapat meningkatkan waktu komputasi dan akurasi konvergensi dalam alokasi sumber daya jaringan 6G‑IoT dibandingkan metode heuristik tradisional.Penerapan Quantum Key Distribution (BB84) bersama teknik kriptografi pasca‑kuantum memberikan mekanisme pertahanan berlapis yang efektif melawan serangan eavesdropping dan ancaman kuantum.Selain itu, jaringan saraf hibrida kuantum‑klasik meningkatkan akurasi dan efisiensi pelatihan, menunjukkan adaptabilitas yang lebih baik pada lingkungan nirkabel dinamis, meskipun masih terbatas oleh skala perangkat keras kuantum saat ini.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi arsitektur perangkat keras kuantum yang dapat diskalakan untuk jaringan 6G‑IoT besar, dengan fokus pada teknik koreksi kesalahan dan peningkatan jumlah qubit untuk mengatasi batasan koherensi saat ini; selanjutnya, penting untuk menguji algoritma penjadwalan berbantuan kuantum dalam skenario pembelajaran terdistribusi (federated learning) pada perangkat IoT yang heterogen, guna menilai dampak terhadap akurasi model dan efisiensi komunikasi; terakhir, pengembangan protokol hibrida kuantum‑klasik yang adaptif untuk manajemen spektrum dinamis pada jaringan non‑terestrial seperti satelit dan UAV, terutama di bawah kondisi mobilitas tinggi, dapat memperluas aplikasi arsitektur kuantum dalam konteks komunikasi luar angkasa dan memperkuat ketahanan jaringan.

  1. Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. quantum assisted 6g iot framework secure... doi.org/10.25139/inform.v10i2.10436Inform Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi quantum assisted 6g iot framework secure doi 10 25139 inform v10i2 10436
Read online
File size427.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test