AHMAREDUCAHMAREDUC

Ahmar Metastasis Health JournalAhmar Metastasis Health Journal

Remaja yang mengalami kehamilan merupakan kelompok rentan dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. Implementasi pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) diyakini dapat meningkatkan kualitas pelayanan, namun sejauh ini penerapannya pada kelompok remaja belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi, pengalaman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pelayanan kebidanan berbasis CoC. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian berada di dua Puskesmas di wilayah Lombok Tengah, yaitu wilayah kerja dengan prevalensi kehamilan remaja yang tinggi, yakni Puskesmas Sengkol dan Batu Jangkih. Penelitian melibatkan 12 remaja pada berbagai tahap kehamilan, 1 kepala puskesmas, serta 5 bidan pelaksana program CoC. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panduan semi-terstruktur, observasi interaksi pelayanan, dan telaah dokumen pelayanan selama 2 bulan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan member checking. Analisis data menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CoC dilaksanakan secara konsisten dan mampu membangun kepercayaan remaja melalui hubungan berkesinambungan dengan bidan. Namun, kualitas layanan belum optimal karena keterbatasan tenaga, kurangnya pendekatan psikososial, adanya stigma, rendahnya literasi kesehatan, serta hambatan transportasi dan ekonomi. Untuk meningkatkan efektivitas CoC, diperlukan penguatan sistem pelayanan dan dukungan lintas sektor, serta studi lebih mendalam bagi peneliti selanjutnya terkait keterlibatan remaja dalam proses pengambilan keputusan medis, dampak penggunaan teknologi digital, hubungan faktor sosial-ekonomi dengan implementasi CoC, dan perbandingan penerapan CoC di wilayah pedesaan dan perkotaan.

Implementasi Continuity of Care (CoC) di Puskesmas Sengkol dan Batu Jangkih telah berjalan baik, ditandai dengan bantuan berkelanjutan dari bidan, sistem rujukan terkoordinasi, dan pencatatan medis yang mendukung kontinuitas informasi, sehingga meningkatkan kenyamanan, kepercayaan, dan partisipasi remaja hamil sesuai prinsip Patient Centered Care (PCC).Namun, hambatan seperti rendahnya literasi kesehatan, stigma sosial, keterbatasan transportasi, kurangnya dukungan keluarga, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, dan sistem informasi yang belum terintegrasi masih menghambat optimalisasi layanan.Untuk meningkatkan kualitas layanan, disarankan pemberian pelatihan komunikasi empatik bagi bidan, penyediaan klinik bergerak dan subsidi transportasi, integrasi rekam medis elektronik, serta edukasi publik guna mengurangi stigma, sekaligus mendorong penelitian lanjutan tentang partisipasi remaja dalam pengambilan keputusan medis, dampak teknologi digital, dan hubungan faktor sosial‑ekonomi dengan implementasi CoC di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penggunaan aplikasi kesehatan digital mempengaruhi kepatuhan remaja hamil terhadap program Continuity of Care (CoC) dan apakah teknologi tersebut dapat mengurangi hambatan transportasi serta meningkatkan literasi kesehatan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak keterlibatan aktif remaja dalam proses pengambilan keputusan medis terhadap tingkat kepuasan, kepercayaan, dan hasil kesehatan ibu serta bayi. Penelitian kualitatif yang melibatkan fokus grup dengan remaja, orang tua, dan tenaga kesehatan dapat mengungkap faktor-faktor psikososial yang memfasilitasi atau menghambat partisipasi tersebut. Selanjutnya, studi komparatif antara wilayah pedesaan dan perkotaan dapat mengidentifikasi perbedaan distribusi tenaga kesehatan, ketersediaan infrastruktur, dan integrasi sistem informasi yang memengaruhi keberhasilan implementasi CoC. Analisis statistik terhadap data demografis dan ekonomi dapat menunjukkan hubungan antara status sosial‑ekonomi dan kualitas layanan CoC yang diterima oleh remaja hamil. Hasil temuan tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat, seperti penambahan klinik bergerak, subsidi transportasi, serta pelatihan komunikasi empatik bagi bidan. Dengan pendekatan interdisipliner dan melibatkan pemangku kepentingan lokal, penelitian ini dapat memperkuat strategi pelayanan kebidanan berkelanjutan yang inklusif bagi semua remaja hamil di Indonesia.

  1. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof doi.org/10.33425/2639-944x.12910 pdf obj endobj xref trailer startxref eof doi 10 33425 2639 944x 1291
  2. OSF. osf osf.io/gjb5aOSF osf osf io gjb5a
  3. Social Vulnerability and Psychosocial Resilience in Adolescents and Young Adults From a Community Art... doi.org/10.1177/10783903231161614Social Vulnerability and Psychosocial Resilience in Adolescents and Young Adults From a Community Art doi 10 1177 10783903231161614
Read online
File size346.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test