PNCPNC

InfotekmesinInfotekmesin

Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, dengan rata-rata radiasi 4,5-4,8 kWh/m² setiap harinya. Politeknik Negeri Cilacap (PNC) dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Studi ini mengkaji kemungkinan pembangunan PLTS atap on-grid di Jurusan Rekayasa Elektro dan Mekatronika. Penelitian ini menggunakan Homer untuk mensimulasikan desain PLTS. Parameter-parameter yang dibahas adalah total produksi energi (kWh/tahun), renewable fraction, net present cost/NPC (Rp) yang merupakan semua biaya yang digunakan dalam pembangunan, baik dalam pemasangan maupun pengoperasian PLTS serta Cost of energy/COE (Rp/kWh) yang merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan energi listrik per 1 kWh. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain rata-rata energi surya di PNC 4,66 kWh/m2/hari. Berdasarkan hasil simulasi Homer, total energi yang dihasilkan PLTS sebesar 149.056 kWh/tahun dengan rincian 68.599 kWh/tahun dari photovoltaic dan 80.457 kWh/tahun dari grid PLN. Renewable fraction sebesar 44,8%. NPC sebesar Rp 1.880.000.000,- dan CoE sebesar Rp 1.000,-/kWh.

Dari kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan ini, dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain.rata‑rata energi matahari yang dapat dihasilkan dalam rentang satu tahun di lingkungan Politeknik Negeri Cilacap adalah 4,66 kWh/m²/hari.PLTS atap on‑grid yang dirancang dengan kapasitas photovoltaic 50 kWp, grid PLN 50 kW, dan konverter 33 kW, didapatkan hasil simulasi berupa total energi yang dihasilkan sebesar 149.457 kWh/tahun dari grid PLN dan renewable fraction sebesar 44,8 %.Berdasarkan hasil simulasi, PLTS on‑grid untuk gedung kuliah Jurusan Rekayasa Elektro dan Mekatronika PNC sangat layak dikembangkan.

Sebuah penelitian lanjutan dapat mengkaji potensi integrasi sistem penyimpanan energi baterai pada PLTS atap on-grid di gedung kuliah PNC untuk meningkatkan ketersediaan energi sepanjang hari dan mengurangi ketergantungan pada grid PLN. Sementara itu, studi mikrogrid hybrid yang memadukan energi surya dengan sumber energi terbarukan lain seperti angin atau biogas dapat dianalisis untuk menilai peningkatan renewable fraction dan pengurangan biaya operasional jangka panjang di lingkungan institusi akademik. Penelitian tambahan juga dapat memfokuskan pada analisis sensitivitas biaya dan penurunan emisi CO₂ akibat penerapan PLTS atap on‑grid, membandingkan skenario investasi awal yang berbeda dan periode amortisasi, sehingga memberikan panduan bagi kebijakan energi berkelanjutan di pergurusan tinggi.

  1. Perancangan dan Simulasi Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap On Grid Pada Gedung Kuliah dan... doi.org/10.35970/infotekmesin.v16i2.2800Perancangan dan Simulasi Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap On Grid Pada Gedung Kuliah dan doi 10 35970 infotekmesin v16i2 2800
  2. Analisis Performa PLTS Off Grid Untuk Sistem Desalinasi Metode Osmosis Terbalik | Infotekmesin. analisis... doi.org/10.35970/infotekmesin.v14i1.1651Analisis Performa PLTS Off Grid Untuk Sistem Desalinasi Metode Osmosis Terbalik Infotekmesin analisis doi 10 35970 infotekmesin v14i1 1651
  3. Optimum Renewable Fraction for Grid-connected Photovoltaic in Office Building Energy Systems in Indonesia... doi.org/10.11591/ijpeds.v9.i4.pp1866-1874Optimum Renewable Fraction for Grid connected Photovoltaic in Office Building Energy Systems in Indonesia doi 10 11591 ijpeds v9 i4 pp1866 1874
Read online
File size273.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test