YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Tujuan penelitian ini adalah membuktikan hipotesis bahwa lingkar kepala dapat mempengaruhi perkembangan otak yang mentrigger terjadinya disabilitas intelektual. Desain penelitian cross‑sectional melibatkan 114 siswa usia 6‑13 tahun dari SDN 01 Cempaka Putih Barat dan dua sekolah khusus SLB-C di Jakarta Pusat. Analisis menggunakan uji Chi‑Square menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran lingkar kepala dengan status mental (p < 0,1). Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan lingkar kepala sebagai indikator risiko disabilitas intelektual.

Terdapat hubungan signifikan antara ukuran lingkar kepala dan status mental siswa di Jakarta Pusat.Ukuran microcephaly lebih sering ditemui pada laki‑laki dibanding perempuan.Sedangkan ukuran normal‑macrocephaly tidak menunjukkan perbandingan signifikan antara jenis kelamin.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji hubungan lingkar kepala dengan faktor nutrisi ibu hamil dan status ASI eksklusif pada anak usia 0‑6 tahun di berbagai wilayah Indonesia, guna menentukan peran lingkungan dalam risiko microcephaly. Selain itu, studi lintas‑regional dengan sampel lebih besar dapat mengevaluasi apakah perbedaan etnis memengaruhi distribusi ukuran lingkar kepala dan prevalensi disabilitas intelektual. Terakhir, penelitian longitudinal dapat mengamati perkembangan otak melalui pencitraan dan evaluasi kognitif pada anak yang memiliki microcephaly untuk menilai dampak jangka panjang.

Read online
File size543.85 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test