UIMUIM

UIM | VOICE JUSTISIA : Jurnal Hukum dan KeadilanUIM | VOICE JUSTISIA : Jurnal Hukum dan Keadilan

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat kesadaran masyarakat di Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep terhadap pernikahan di bawah umur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Responden terdiri dari berbagai lapisan masyarakat di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesadaran yang bervariasi di kalangan masyarakat terkait risiko dan konsekuensi pernikahan di bawah umur. Faktor-faktor seperti pendidikan, budaya lokal, dan akses terhadap informasi mempengaruhi persepsi dan sikap terhadap masalah ini. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana upaya penyadaran dan pendidikan masyarakat dapat ditingkatkan untuk mengurangi angka pernikahan di bawah umur di wilayah tersebut.

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko kesehatan, pendidikan, dan sosial pernikahan di bawah umur telah terjadi di Desa Jaddung.Namun, tantangan tetap ada dalam mengubah pola pikir dan tradisi yang mendukung praktik tersebut.Peran pendidikan dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat penting untuk mengubah norma dan mencapai perubahan sosial yang signifikan.

Pertama, penelitian tentang efektivitas program pendidikan seksual yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal dapat membantu menilai dampak jangka panjang pada perilaku pernikahan di bawah umur. Kedua, studi longitudinal mengenai dampak intervensi kebijakan lokal, seperti peningkatan akses pendidikan formal, dapat menggali hubungan antara pendidikan dan pengurangan praktik pernikahan di bawah umur. Ketiga, analisis perbandingan antara desa dengan tingkatan kesadaran yang berbeda dapat meninjau faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan program penyadaran dan membuka jalan bagi strategi adaptasi yang lebih tepat di daerah lain.

Read online
File size687.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test