UNISMAUNISMA
JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani jagung di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Usahatani jagung di wilayah ini masih menghadapi permasalahan produktivitas yang belum optimal, meskipun penggunaan input produksi relatif memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas, yang memungkinkan pemisahan antara kesalahan acak dan komponen inefisiensi teknis dalam proses produksi. Data primer diperoleh melalui survei terhadap 50 petani jagung yang dipilih secara acak dari total populasi 250 petani. Model inefisiensi teknis dirumuskan sebagai fungsi dari variabel sosial ekonomi, meliputi umur petani, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Estimasi parameter dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap tingkat inefisiensi teknis usahatani jagung. Variabel umur petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis, yang mengindikasikan bahwa semakin bertambah umur petani, kecenderungan inefisiensi teknis semakin meningkat. Tingkat pendidikan petani juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis, yang mencerminkan masih rendahnya kualitas pendidikan formal petani dalam mendukung pengambilan keputusan teknis usahatani. Sebaliknya, pengalaman bertani berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis, yang menunjukkan bahwa semakin lama pengalaman bertani, kemampuan petani dalam mengelola input secara efisien semakin baik. Nilai parameter gamma yang mendekati satu mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi output disebabkan oleh inefisiensi teknis dibandingkan dengan gangguan acak. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia petani melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan teknis guna menurunkan tingkat inefisiensi teknis dan meningkatkan produktivitas usahatani jagung di Desa Bringin.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani jagung di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang dengan menggunakan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung di Desa Bringin masih menghadapi permasalahan inefisiensi teknis yang cukup tinggi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi petani.Variabel umur petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis, yang mengindikasikan bahwa semakin bertambah usia petani, kecenderungan terjadinya inefisiensi teknis semakin meningkat.Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya kemampuan adaptasi terhadap inovasi teknologi dan praktik budidaya yang lebih efisien.Tingkat pendidikan petani juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis, yang menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pendidikan formal petani belum mampu mendukung pengambilan keputusan teknis usahatani secara optimal.Sebaliknya, pengalaman bertani berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inefisiensi teknis usahatani jagung.Semakin lama pengalaman bertani yang dimiliki petani, semakin baik kemampuan mereka dalam mengelola input produksi dan mengantisipasi risiko usahatani, sehingga tingkat inefisiensi teknis dapat ditekan.Nilai parameter gamma yang mendekati satu mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi output jagung disebabkan oleh inefisiensi teknis, bukan oleh faktor acak.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efisiensi teknis usahatani jagung di Desa Bringin sangat bergantung pada perbaikan kualitas sumber daya manusia petani, terutama melalui peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan teknis, dan pengalaman manajerial.Dengan demikian, upaya peningkatan produktivitas jagung tidak hanya bergantung pada penambahan input produksi, tetapi lebih diarahkan pada pengurangan inefisiensi teknis melalui penguatan aspek sosial ekonomi petani.
Untuk meningkatkan efisiensi teknis usahatani jagung di Desa Bringin, diperlukan upaya-upaya sebagai berikut: 1. Mengembangkan program pendidikan dan pelatihan khusus bagi petani jagung, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan teknis dan kemampuan manajerial. 2. Memberikan pendampingan teknis yang berkelanjutan kepada petani, terutama dalam hal penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi lokal. 3. Meningkatkan akses petani terhadap informasi dan inovasi pertanian terbaru, serta mendorong adopsi teknologi yang sesuai dengan karakteristik sosial ekonomi dan agroekosistem Desa Bringin. Dengan menggabungkan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan teknis yang terintegrasi, diharapkan dapat mengurangi inefisiensi teknis dan meningkatkan produktivitas usahatani jagung di Desa Bringin secara berkelanjutan.
| File size | 416.92 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPPUMPP Proses analisis mengikuti kerangka Knowledge Discovery in Database (KDD) dan diimplementasikan dengan Altair AI Studio; jumlah klaster optimal ditentukanProses analisis mengikuti kerangka Knowledge Discovery in Database (KDD) dan diimplementasikan dengan Altair AI Studio; jumlah klaster optimal ditentukan
UBUB Variabel independent meliputi luas lahan (meter kubik), bibit (pohon), tenaga kerja (HOK), pupuk organik (kg), pupuk anorganik (kg), pestisida cair (mililiter),Variabel independent meliputi luas lahan (meter kubik), bibit (pohon), tenaga kerja (HOK), pupuk organik (kg), pupuk anorganik (kg), pestisida cair (mililiter),
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Bersama dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, masalah kualitas udara dan kapasitas lingkungan yang terkait dengan pertumbuhan ini juga meningkat.mempromosikanBersama dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, masalah kualitas udara dan kapasitas lingkungan yang terkait dengan pertumbuhan ini juga meningkat.mempromosikan
UMPARUMPAR Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha dalam merumuskan respons adaptif serta strategi berkelanjutan untuk kelangsunganPenelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha dalam merumuskan respons adaptif serta strategi berkelanjutan untuk kelangsungan
UNITRIUNITRI Faktor inefisiensi seperti usia, pendidikan, dan pengalaman petani tidak signifikan secara statistik. Usaha tani kelapa sawit independen di Kabupaten LandakFaktor inefisiensi seperti usia, pendidikan, dan pengalaman petani tidak signifikan secara statistik. Usaha tani kelapa sawit independen di Kabupaten Landak
UNSURUNSUR Biaya pembelian pestisida, pupuk dan juga biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi pendapatan yang akan diterima.Biaya pembelian pestisida, pupuk dan juga biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi pendapatan yang akan diterima.
UYPUYP Dan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah lahan, penggunaan pupuk SP, NPK, dan pupuk kandang. Tindakan adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukanDan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah lahan, penggunaan pupuk SP, NPK, dan pupuk kandang. Tindakan adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan
IKHAFIIKHAFI Terkadang kita suka lupa atau bahkan tidak tau kapan musisi/artist kesayangan kita manggung. Dengan adanya aplikasi musik ini dapat bermanfaat untuk paraTerkadang kita suka lupa atau bahkan tidak tau kapan musisi/artist kesayangan kita manggung. Dengan adanya aplikasi musik ini dapat bermanfaat untuk para
Useful /
YCNYCN Pada kondisi awal, capaian motorik kasar anak hanya mencapai 41% (7 dari 17 anak tuntas). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari 63%Pada kondisi awal, capaian motorik kasar anak hanya mencapai 41% (7 dari 17 anak tuntas). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari 63%
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Perawat yang mengalami pengembangan karir positif cenderung mengalamin stres kerja ringan, sementara yang merasakan pengembangan karir negatif cenderungPerawat yang mengalami pengembangan karir positif cenderung mengalamin stres kerja ringan, sementara yang merasakan pengembangan karir negatif cenderung
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi pada pembangunan karakter dan nasionalisme, sedangkan Kurikulum 1964 lebih pragmatisHasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi pada pembangunan karakter dan nasionalisme, sedangkan Kurikulum 1964 lebih pragmatis
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Penelitian membuktikan bahwa pengaruh parenting otoritatif terhadap perkembangan kepercayaan diri anak adalah 67,0% dan hanya 14% kepercayaan diri anakPenelitian membuktikan bahwa pengaruh parenting otoritatif terhadap perkembangan kepercayaan diri anak adalah 67,0% dan hanya 14% kepercayaan diri anak