UYPUYP

AGROMIXAGROMIX

Beberapa penelitian menyebutkan alokasi input petani dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Oleh karena itu permasalahan penelitian ini fokus pada (1) Bagaimana adaptasi suku Tengger dalam perubahan iklim?, (2) Bagaimana pengaruh adaptasi perubahan iklim masyarakat suku Tengger terhadap produksi tanaman kentang? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendiskripsikan adaptasi suku Tengger dalam perubahan iklim. (2) Menganalisis pengaruh adaptasi perubahan iklim terhadap produksi tanaman kentang. Penelitian ini adalah penelitian survey yaitu pengambilan data dilakukan langsung pada sampel sebagai responden melalui kuisener. Penelitian dilakukan di Kec. Tosari Kab. Pasuruan dan sampel adalah petani Suku Tengger di Ds. Wonokitri Kec. Tosari Kab. Pasuruan. Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi data, score dan coding, serta pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan adaptasi yang paling banyak dilakukan secara turun temurun adalah penghematan penggunaan air, penggunaan pupuk kandang, pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan irigasi yang baik, penggunaan pestisida kimiawi, peningkatan intensitas penyiangan gulma, penyiapan benih yang baik, penanaman awal musim hujan, perubahan waktu tanam, penggunaan jarak tanam rekomendasi, mencari informasi perubahan iklim, penanganan hasil panen dengan meminimalkan susut hasil, pengurangan luas lahan garapan, dan berpindah dari lokasi berisiko tinggi dampak perubahan iklim. Hal ini dilihat dari prosentase terbesar yaitu 80-100%. Dan hasil kedua menunjukkan bahwa benih, urea, tenaga kerja dan dummy penerapan adaptasi perubahan iklim merupakan variabel yang berpengaruh positif nyata terhadap produksi. Sedangkan penggunaan pestisida merupakan variabel yang berpengaruh negatif nyata terhadap produksi. Dan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah lahan, penggunaan pupuk SP, NPK, dan pupuk kandang.

Tindakan adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan petani Tengger secara turun temurun meliputi penghematan air, penggunaan pupuk kandang, pengolahan lahan berlawanan kontur, hingga perubahan waktu tanam, dengan mayoritas penerapan mencapai 80–100%.Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap produksi kentang adalah benih, urea, tenaga kerja, dan penerapan adaptasi perubahan iklim, sedangkan penggunaan pestisida berdampak negatif terhadap produksi.Variabel seperti luas lahan, pupuk SP, NPK, dan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi, menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi pemanfaatan input produksi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana integrasi antara kearifan lokal suku Tengger dengan informasi ilmiah perubahan iklim dapat membentuk strategi adaptasi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi petani kentang. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan pengendalian hama secara alami berbasis kearifan lokal, seperti penggunaan pestisida hayati, dalam kaitannya dengan peningkatan produksi dan kualitas kentang secara ekonomis dan lingkungan. Ketiga, sebaiknya diteliti pergeseran pola tanam dari kentang ke komoditas pangan atau ternak sebagai strategi adaptasi jangka panjang, termasuk kelayakan ekonomi, sosial budaya, dan ketahanan pangan keluarga petani di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Read online
File size189.79 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test