UINUIN

Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Isu kerusakan lingkungan laut akibat pencemaran, khususnya sampah plastik dan pemanasan global semakin mengkhawatirkan sehingga perlu ditanamkan kesadarannya sejak dini. Namun, kajian ekokritik dalam sastra anak digital yang mengangkat tema kerusakan laut masih minim. Penelitian ini berfokus pada analisis representasi kerusakan bahari dalam tiga cerita anak digital dari aplikasi Lets Read: Mengapa Tidak Lepas, Gurita Kecil yang Rakus, dan Terumbu Karang yang Memanas. Tujuannya untuk mengungkap pesan ekologis serta kritik sosial yang disampaikan kepada anak-anak melalui pendekatan ekokritik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen, sedangkan teori yang mendasari adalah ekokritik Greg Garrard dan Suwardi Endraswara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cerita memanfaatkan tokoh fauna laut dan ilustrasi sebagai simbol kerusakan lingkungan. Selain menampilkan kritik terhadap eksploitasi alam, cerita-cerita ini juga menanamkan harapan melalui tindakan kolektif tokohnya dalam melindungi lingkungan.

Sastra anak digital dapat menanamkan kesadaran ekologis sejak dini melalui representasi kerusakan laut dalam cerita.Ketiga cerita Lets Read mengekspresikan kritik sosial terhadap pencemaran dan pemanasan global melalui tokoh laut yang terjebak plastik.Media ini menunjukkan potensi edukatif dan kritis yang dapat memotivasi tindakan kolektif pelestarian lingkungan.

1) Menyelidiki bagaimana interaktivitas fitur pemilihan bahasa dan cerita pada aplikasi Lets Read memengaruhi pemahaman konseptual anak tentang polusi laut dan perubahan iklim, sehingga dapat direplikasi di platform similar untuk memperkuat pembelajaran. 2) Mengkaji dampak jangka panjang pembelajaran berbasis cerita digital terhadap perilaku pengurangan sampah plastik di rumah dan sekolah, dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta dari usia awal hingga remaja. 3) Mengembangkan konten model edukatif yang memadukan elemen simulasi real‑time tentang ekosistem laut ke dalam cerita interaktif, lalu menilai efektivitasnya dibandingkan dengan cerita statis dalam meningkatkan pengetahuan ilmiah dan motivasi tindakan ekologis di kalangan anak-anak.

  1. KAJIAN EKOLOGI SASTRA BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERPEN “ORANG BUNIAN” KARYA GUS... doi.org/10.15408/dialektika.v7i1.13887KAJIAN EKOLOGI SASTRA BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERPEN AuORANG BUNIANAy KARYA GUS doi 10 15408 dialektika v7i1 13887
  2. Reading in the digital age. reading digital age skip main content nordic journal literacy issues editorial... scup.com/doi/10.18261/njdl.18.4.6Reading in the digital age reading digital age skip main content nordic journal literacy issues editorial scup doi 10 18261 njdl 18 4 6
Read online
File size1.12 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test