STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Pakan yang mengandung herbal menjadi alternatif pengganti penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) dalam pemeliharaan unggas. Herbal pakan dapat memberikan pengaruh yang relatif sama dengan AGP terhadap target produksi, tetapi belum diketahui pengaruh terhadap karakteristik daging yang dihasilkan. Herbal diharapkan tidak memberikan pengaruh yang merugikan karakteristik daging, sehingga tetap bernilai ekonomis. Herbal Growth Promotor (HGP) merupakan campuran dari bawang putih, kunir/kunyit, jahe, temulawak, temu hitam, temu giring, kencur, sambiloto, kelor, daun sirsak, mengkudu, mineral alami, asam amino alami, multi vitamin alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan HGP pada pakan entok lokal terhadap pH, susut masak dan warna daging entok lokal. Penelitian menggunakan 100 entok lokal dengan pemeliharaan selama 6 minggu. Perlakuan P0 pakan tanpa HGP, P1 pakan dengan HGP 0,2%, P2 pakan dengan HGP 0,4%, P3 Pakan dengan HGP 0,6%, dan P4 pakan dengan HGP 0,8%. Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menujukkan perbedaan yang tidak siginifikan terhadap pH, susut masak dan warna daging dibandingkan dengan entok lokal tanpa pemberian HGP, sehingga pemberian HGP hingga level 0,8% tidak mempengaruhi karakteristik daging entok yang dihasilkan.

Hasil penelitian menujukkan perbedaan yang tidak siginifikan terhadap pH, susut masak dan warna daging dibandingkan dengan entok lokal tanpa pemberian HGP, sehingga pemberian HGP hingga level 0,8% tidak mempengaruhi karakteristik daging entok yang dihasilkan.

Berdasarkan temuan bahwa Herbal Growth Promotor (HGP) tidak secara signifikan mempengaruhi pH, susut masak, dan warna daging entok lokal pada level hingga 0,8%, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara lebih menyeluruh dampak HGP pada kualitas daging entok yang belum diukur dalam studi ini, seperti tekstur daging, keempukan, daya simpan setelah penyembelihan, serta komposisi nutrisinya, termasuk kadar protein, lemak, dan profil asam lemak. Pemahaman yang lebih lengkap tentang aspek-aspek ini akan memberikan gambaran utuh mengenai kualitas produk akhir. Kedua, mengingat HGP dipromosikan sebagai pemicu pertumbuhan, penelitian selanjutnya harus fokus pada evaluasi pengaruh HGP terhadap performa pertumbuhan entok, meliputi pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, dan rasio konversi pakan. Ini penting untuk mengonfirmasi efektivitas HGP sebagai stimulan pertumbuhan yang di klaim dalam pendahuluan dokumen. Ketiga, untuk mengoptimalkan pemanfaatan HGP sebagai pengganti antibiotik, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensi penggunaan HGP pada dosis yang lebih tinggi atau dikombinasikan dengan bahan herbal lain, serta menyelidiki apakah ada perbedaan efek pada galur entok yang berbeda. Investigasi ini akan membantu mengidentifikasi kondisi optimal penggunaan HGP untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas daging, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan formulasi pakan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen.

Read online
File size148.04 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test