FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA

KOMUNITASKOMUNITAS

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya Komisi Pemilihan Umum Kota Bima (KPU) dalam menurunkan golput dan meningkatkan partisipasi publik pada Pilkada 2024. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa KPU Kota Bima menerapkan berbagai strategi, termasuk outreach tatap muka, program pendidikan pemilih, pemanfaatan media sosial, instalasi materi informasi kampanye, serta keterlibatan pemuka agama, pemuka masyarakat, dan Relawan Demokrasi. Meskipun jumlah pemilih terdaftar meningkat 9.398 dibandingkan Pilkada 2018, tingkat partisipasi sedikit menurun dari 84,13 % menjadi 84,04 %. Faktor pendukung partisipasi meliputi outreach berbasis komunitas dan peran pemuka lokal, sedangkan faktor penghambat terdiri dari tingkat literasi politik rendah, apatisme politik, serta mobilitas tinggi pemilih muda. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi berbasis area serta alokasi anggaran khusus untuk penelitian perilaku abstention guna meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu mendatang.

KPU Kota Bima telah melaksanakan strategi komprehensif termasuk outreach tatap muka, edukasi pemilih tersegmentasi, media sosial, instalasi material informasi, dan keterlibatan pemimpin komunitas, relawan, serta tokoh agama.Upaya ini berhasil meningkatkan partisipasi pemilih menjadi 84,04 % pada pemilihan 2024, sedikit menurun dibandingkan 84,13 % pada 2018.Namun, tantangan tetap ada, yakni tingkat literasi politik rendah, apatisme politik akibat ketidakpuasan atas pemimpin sebelumnya, serta tekanan ekonomi yang menghambat partisipasi, tetap memerlukan perhatian lebih lanjut.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara kuantitatif pengaruh strategi outreach tatap muka dan media sosial terhadap tingkat partisipasi di masing‑masing distrik, sehingga dapat mengidentifikasi komponen yang paling efektif. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari instalasi materi kampanye (APS) terhadap kesadaran politik dan kohesi komunitas, serta mengkaji apakah investasi ini menghasilkan peningkatan partisipasi dalam pemilihan berikutnya. Penelitian tambahan juga dapat meneliti peran relawan demokrasi dalam memfasilitasi partisipasi kelompok rentan, seperti pemilih dengan disabilitas atau keturunan migran, serta menilai potensi pengembangan model pelatihan relawan yang lebih terstruktur. Kombinasi ketiga penelitian ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang mekanisme yang memengaruhi partisipasi pemilih di tingkat lokal.

  1. Turnout as Consent - Matthew R. Miles, 2015. turnout consent matthew miles skip main content intended... Doi.Org/10.1177/1065912915573282Turnout as Consent Matthew R Miles 2015 turnout consent matthew miles skip main content intended Doi Org 10 1177 1065912915573282
Read online
File size178.37 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test