UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Pentingnya peningkatan perbaikan sektor publik dengan regulasi rekrutmen pegawai yang berorientasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan meminimalisir kepentingan politis dan praktik patronase. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perkembangan penerapan merit system pada pencegahan praktik patronase dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal. Menggunakan analisis bibliometrik VOSViewer. Studi literatur dalam penelitian ini memberikan gambaran mengenai perbaikan sector public perspektif merit system dengan mengambil artikel pada rentang periode 2013–2023. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pencegahan praktik patronase dengan merit system pada penyelenggaraan pemerintahan lokal berhasil dilaksanakan di Indonesia yaitu di kota Medan, Deli Serdang dan DIY adapun di negara lain berhasil dilaksankan di Negara bagian Afrika yaitu Nigeria, merit system digunakan untuk mencegah patronase politik pada sektor publik yaitu dengan memastikan penerimaan kandidat pegawai yang kompeten, dan mengurangi pengaruh patronase politik yang sebelumnya menghambat perkembangan pelayanan publik dan keadilan.

Studi literatur sistematik dengan analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penerapan sistem merit dan konsep pemerintahan lokal masih jarang diteliti secara mendalam, meskipun keduanya penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Praktik patronase politik tetap menjadi hambatan utama dalam proses rekrutmen ASN, baik di Indonesia maupun di negara lain seperti Nigeria, yang berdampak pada inefisiensi dan korupsi.Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk menyeimbangkan penelitian jurnal selama sepuluh tahun terakhir serta mengurangi pertimbangan politik dalam penempatan pejabat publik.

Saran penelitian selanjutnya meliputi tiga arah utama. Pertama, melakukan studi komparatif mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik patronase pada pemerintah daerah di berbagai negara, seperti Indonesia, Nigeria, dan negara Afrika lainnya, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan kebijakan tersebut. Kedua, melakukan penelitian longitudinal yang menelusuri dampak penerapan sistem merit pada kualitas pelayanan publik dan tingkat korupsi di kota‑kota Indonesia, misalnya Medan, Deli Serdang, dan DIY, selama periode sepuluh tahun ke depan, sehingga dapat mengukur perubahan kinerja birokrasi secara kuantitatif. Ketiga, menyelidiki hambatan budaya dan institusional yang menyebabkan resistensi terhadap sistem merit di wilayah dengan tradisi patronase kuat, dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed‑methods) yang menggabungkan survei, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan, guna menghasilkan rekomendasi praktis untuk mempercepat transformasi birokrasi. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang tata kelola birokrasi serta memberikan dasar kebijakan yang kuat untuk implementasi sistem merit secara berkelanjutan di tingkat nasional dan regional.

Read online
File size825.16 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test