THEHIPKNEEJOURNALTHEHIPKNEEJOURNAL

The Hip and Knee JournalThe Hip and Knee Journal

Protesis sendi lutut dalam operasi total arthroplasti lutut (TKA) dapat memberikan penetapan dan stabilisasi yang lebih baik bila dipilih secara tepat. Sebagian besar protesis dirancang untuk populasi Barat, bukan untuk populasi Asia. Bagaimanapun juga, masih kontroversial apakah ukuran implan perlu disesuaikan dengan etnis dan jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah morfologi femur distal pada pria dan wanita di Indonesia memiliki perbedaan dan menilai kesesuaian ukuran protesis di Indonesia. Metode studi ini merupakan studi deskriptif cross-sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Prof. Dr. R. Soeharso, Surakarta, menggunakan metode sampling quota purposif. Kriteria inklusi adalah MRI sendi lutut pria dan wanita berusia ≥ 18 tahun dengan cedera jaringan lunak sendi lutut. Ukuran morfologi femur distal diukur dengan perangkat lunak khusus. Data dianalisis menggunakan SPSS ver.17 dengan uji T‑test independen. Hasil menunjukkan bahwa sebelas persen pasien laki-laki (n = 80) memiliki dimensi femur distal yang lebih lebar dibandingkan wanita (n = 50). Perbandingan rasio aspek implan femur dengan jenis kelamin menunjukkan bahwa implan tidak kompatibel untuk laki‑lanjut, namun lebih cocok untuk wanita. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan morfologi femur distal antara pria dan wanita di Indonesia yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian protesis TKA, khususnya bagi pasien pria.

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ukuran morfologi femur distal antara pria dan wanita di Indonesia.Ketidaksesuaian ini menyebabkan implan TKA kurang cocok untuk pasien pria.Oleh karena itu, penyesuaian ukuran implan perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil fungsional.

Kepada peneliti di masa depan dapat meneliti korelasi antara dimensi morfologi femur dan hasil klinis setelah TKA, sehingga dapat mengembangkan algoritma pemilihan ukuran implan yang akurat. Selanjutnya, studi multi‑pusat dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk meningkatkan generalisasi temuan pada seluruh populasi Indonesia, karena penelitian ini hanya mengumpulkan data dari satu rumah sakit. Penelitian lain juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi pencitraan 3D dan pemodelan komputasi untuk menyesuaikan desain implan khusus berdasarkan data morfologi individu, guna meminimalkan ketidaksesuaian dan komplikasi postoperatif.

  1. Distal Femur Morphological Discrepancy Compared with Total Knee Arthroplasty Implants in Indonesia |... doi.org/10.46355/hipknee.v4i2.153Distal Femur Morphological Discrepancy Compared with Total Knee Arthroplasty Implants in Indonesia doi 10 46355 hipknee v4i2 153
  2. Mismatched knee implants in Indonesian and Dutch patients: a need for increasing the size - Budhiparama... doi.org/10.1007/s00167-020-05914-9Mismatched knee implants in Indonesian and Dutch patients a need for increasing the size Budhiparama doi 10 1007 s00167 020 05914 9
Read online
File size314.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test