UINSAUINSA

Journal of Integrative International RelationsJournal of Integrative International Relations

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dampak dibukanya kembali jalur sutra maritim yang ditemukan sebelumnya oleh Laksamana Cheng Ho yang mempengaruhi hubungan kerjasama Indonesia-China dalam beberapa tahun terakhir. Jalur tersebut dibuka kembali pada tahun 2013 dalam kebijakan OBOR China dengan nama “21st Country Maritime Silk Road (jalur sutra maritim baru) yang menghubungkan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk Indonesia yang pada tahun 2017 setuju untuk berpartisipasi di dalamnya. Pertanyaan penelitian ini adalah; “Apa yang didapat Indonesia dan China dari dibukanya kembali jalur sutra maritim melalui OBOR? Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data penelitian terdokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa kerja sama Indonesia-China dalam kebijakan OBOR merupakan bentuk interdependensi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia dan China saling bergantung satu sama lain dalam memenuhi kepentingan nasional mereka, dan memiliki ambisi bersama untuk menjadikan sektor maritim sebagai salah satu kekuatan kedua negara.Selain sektor maritim, kedua negara juga tampaknya ingin membangun ekonomi yang lebih baik.Sejarah maritim sebuah negara dapat menjadi kekuatan bagi negara tersebut di masa depan, seperti yang terlihat pada China yang pernah berkuasa di wilayah maritim pada masa Dinasti Ming dengan pendirian jalur sutra maritim oleh Laksamana Zheng He, dan Indonesia yang pernah berkuasa di bidang maritim pada masa Kekaisaran Sriwijaya, kini kembali menginisiasi idenya sebagai poros maritim dunia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: . . 1. Bagaimana dampak kebijakan OBOR terhadap perkembangan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia dan China secara lebih mendalam? . 2. Apakah ada dampak negatif dari kebijakan OBOR terhadap negara-negara lain di luar Indonesia dan China, dan bagaimana solusi untuk mengatasinya? . 3. Bagaimana peran Indonesia sebagai poros maritim dunia dalam mendukung kebijakan OBOR dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional?.

Read online
File size434.39 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test