UGMUGM

Jurnal Rekayasa ProsesJurnal Rekayasa Proses

Defek tulang yang disebabkan oleh trauma, penyakit degeneratif, dan reseksi bedah merupakan beban klinis dan sosial ekonomi yang signifikan, sehingga mendorong permintaan yang berkelanjutan akan bahan pengganti tulang yang andal di seluruh dunia. Strategi pengobatan umumnya melibatkan transplantasi tulang atau implantasi biomaterial sintetis untuk memulihkan integritas struktural dan fungsi jaringan yang terkena. Di antara berbagai pilihan yang tersedia, tulang alami seperti autograft dan allograft tetap menjadi standar emas; namun, mereka dibatasi oleh ketersediaan donor yang terbatas, morbiditas donor, penolakan imun, dan risiko penularan penyakit. Batasan-batasan ini telah meningkatkan upaya penelitian menuju alternatif sintetis, khususnya biomaterial berbasis fosfat kalsium seperti hidroksiapatit.

Studi ini menunjukkan kelayakan sintesis hidrotermal hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2) dari cangkang ale-ale (Meretrix meretrix) sebagai prekursor kalsium yang berkelanjutan dan terjangkau.Cangkang ale-ale yang dikalsinasi menunjukkan kandungan kalsium tinggi sebesar 94,42% dan kandungan CaO sebesar 93,44%, mengonfirmasi kelayakan mereka sebagai bahan baku untuk sintesis HAp.Analisis FTIR mengonfirmasi pembentukan hidroksiapatit yang berhasil, yang ditunjukkan oleh kelompok fungsional hidroksil (OH-) dan fosfat (PO43-) khas, dengan impuritas karbonat (CO32-) yang kecil.Kandungan karbonat pada semua kondisi berkisar antara 1,00-1,52%, jauh di bawah batas maksimum 8% yang diperbolehkan untuk aplikasi implan tulang dan dapat dianggap sebagai karakteristik biomimetik yang menguntungkan daripada impuritas yang kritis.Analisis XRD mengonfirmasi pembentukan hidroksiapatit fase heksagonal yang konsisten dengan standar JCPDS 09-0432, dengan puncak difraksi khas pada nilai 2θ sebesar 31,74o, 31,82o, dan 31,76o untuk suhu sintesis 140oC, 160oC, dan 180oC, masing-masing sesuai dengan bidang kristalografis (211).

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: (1) mengoptimalkan waktu reaksi dan suhu untuk sintesis hidroksiapatit yang murni secara fase dari cangkang ale-ale, (2) mengevaluasi potensi hidroksiapatit yang disintesis sebagai bahan kandidat untuk aplikasi graft tulang melalui perbandingan dengan hidroksiapatit komersial dan standar ISO 13779, dan (3) melakukan analisis morfologis menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM) untuk menilai profil fisikokimia yang lebih komprehensif dari bahan yang disintesis. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mencakup uji sitotoksisitas in vitro dan uji adhesi sel untuk mengonfirmasi biokompatibilitas sebelum pertimbangan klinis. Studi regenerasi tulang in vivo juga diperlukan untuk mengevaluasi osteokonduktivitas dan kinerja osseointegrasi. Analisis efektivitas biaya sistematis dan studi kelayakan skala-naik juga direkomendasikan untuk menilai kelayakan komersial. Replikasi studi sintesis dengan validasi statistik juga harus dilakukan untuk memperkuat validitas statistik tren optimasi yang dilaporkan.

  1. Nanosized Hydroxyapatite Coating on PEEK Implants Enhances Early Bone Formation: A Histological and Three-Dimensional... mdpi.com/1996-1944/8/7/3815Nanosized Hydroxyapatite Coating on PEEK Implants Enhances Early Bone Formation A Histological and Three Dimensional mdpi 1996 1944 8 7 3815
  2. PEMBUATAN GRAFT TULANG DENGAN PROSES EKSTRAKSI SENYAWA HIDROKSIAPATIT DARI TULANG KORTEKS SAPI | Spektra:... doi.org/10.21009/spektra.031.05PEMBUATAN GRAFT TULANG DENGAN PROSES EKSTRAKSI SENYAWA HIDROKSIAPATIT DARI TULANG KORTEKS SAPI Spektra doi 10 21009 spektra 031 05
  3. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1462/1/012058Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1462 1 012058
Read online
File size3.33 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test