UM SURABAYAUM SURABAYA
Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaQanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaThe Global Burden Disease /GBD menjadi suatu standar dari WHO sejak tahun 1990 untuk melaporkan informasi kesehatan global yang terkait dengan penyakit-penyakit lingkungan termasuk yang disebabkan oleh gangguan nutrisi dan komunikasi. Salah satu penyakit yang prevalensiya terus meningkat dan perlu mendapatkan perhatin serius dalam GBD adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memperluas wawasan tentang apa itu HIV-AIDS, penyebabnya, faktor resiko, epidemiologi dan prevalensinya, bagaimana mekanisme penurunan imunitas pada infeksi HIV, manifestasi klinis yang mungkin ditimbulkan, apa saja infeksi oportunistik penyebab kematian terbesar pada pasien yang terinfeksi virus HIV, dan jenis-jenis pemeriksaan untuk mendeteksi HIV dan infeksi oportunistik. (QM 2017;01:65-77).
Artikel ini mengulas secara komprehensif Human Immunodeficiency Virus – Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) sebagai masalah beban penyakit global (GBD), mencakup definisi, etiologi, patogenesis, epidemiologi, serta manifestasi klinisnya.Infeksi HIV secara progresif merusak sistem imun, khususnya sel T CD4 , menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi oportunistik yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas.Pemahaman mendalam mengenai mekanisme penyakit, faktor risiko, dan metode deteksi dini, termasuk pemeriksaan HIV dan infeksi oportunistik, sangat vital untuk pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif guna mengurangi dampak pandemi ini.
Melihat kompleksitas dan dampak besar HIV-AIDS sebagai beban penyakit global, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan efektivitas intervensi. Salah satu area penting adalah studi komparatif mengenai pola dan prevalensi infeksi oportunistik di berbagai wilayah geografis di Indonesia, serta faktor sosio-ekonomi dan lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perbedaan regional yang signifikan dalam manifestasi infeksi oportunistik dan memungkinkan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih adaptif secara lokal, tidak hanya berfokus pada data global. Selain itu, mengingat tingginya angka kematian pada pasien HIV yang sudah mendapatkan terapi antiretroviral (ART) akibat penyakit non-AIDS seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan penyakit hati, dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Studi lanjutan dapat berfokus pada mekanisme patofisiologis serta faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap kondisi non-AIDS ini di populasi HIV Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi intervensi pencegahan dan pengobatan yang lebih holistik, melampaui fokus tradisional pada infeksi oportunistik, sehingga kualitas hidup dan harapan hidup pasien dapat meningkat secara signifikan. Terakhir, dengan mempertimbangkan tantangan dalam cakupan deteksi dan pemantauan di berbagai daerah, penelitian tentang optimalisasi metode diagnostik menjadi sangat relevan. Hal ini mencakup evaluasi efektivitas biaya dan akurasi diagnostik dari metode skrining HIV dan pemantauan infeksi oportunistik yang lebih sederhana atau terjangkau. Pengembangan protokol yang optimal untuk implementasi metode tersebut di daerah dengan sumber daya terbatas akan sangat berkontribusi dalam meningkatkan cakupan deteksi dini dan pengelolaan penyakit secara efisien, menjembatani kesenjangan aksesibilitas dan hasil kesehatan.
| File size | 145.46 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan data di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2014 sampai dengan 2016, hanya sekitar 12% kasus kematian mendadak yang dilakukanBerdasarkan data di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2014 sampai dengan 2016, hanya sekitar 12% kasus kematian mendadak yang dilakukan
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pemberian insulin dan ekstrak jahe terhadap berat plasenta pada model Rattus norvegicus diabetesPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pemberian insulin dan ekstrak jahe terhadap berat plasenta pada model Rattus norvegicus diabetes
UM SURABAYAUM SURABAYA Tikus dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok K yang diinduksi kanker payudara dan kelompok P yang diinduksi kanker dan diterapi dengan beras hitam.Tikus dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok K yang diinduksi kanker payudara dan kelompok P yang diinduksi kanker dan diterapi dengan beras hitam.
LINKPUBLINKPUB Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini ibu hamil dapat mengerti pencegahan, faktor risiko, atau deteksi dini kehamilan risiko tinggi. 13 responden (60%)Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini ibu hamil dapat mengerti pencegahan, faktor risiko, atau deteksi dini kehamilan risiko tinggi. 13 responden (60%)
DINASTIRESDINASTIRES This process is informal and carried out individually without any legality or official registration at the National Zakat Agency (BAZNAS) of Deli SerdangThis process is informal and carried out individually without any legality or official registration at the National Zakat Agency (BAZNAS) of Deli Serdang
CITRABAKTICITRABAKTI Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Google ini mampu menghasilkan surat secara otomatis dalam format Doc atau PDF dalam waktu kurang dariHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Google ini mampu menghasilkan surat secara otomatis dalam format Doc atau PDF dalam waktu kurang dari
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Perhitungan Periode Pengembalian (PBP) menghasilkan hasil sebesar 0,7 tahun, yang menunjukkan pengembalian investasi pada bulan kesembilan operasi pertambangan,Perhitungan Periode Pengembalian (PBP) menghasilkan hasil sebesar 0,7 tahun, yang menunjukkan pengembalian investasi pada bulan kesembilan operasi pertambangan,
UM SURABAYAUM SURABAYA Bells palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan akut saraf perifer wajah yang bersifat sembuh sendiri, meskipun etiologinya masih belum diketahui pastiBells palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan akut saraf perifer wajah yang bersifat sembuh sendiri, meskipun etiologinya masih belum diketahui pasti
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Untuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan penelusuran artikel melalui US National Library of Medicine, National Institute of Health dengan alamatUntuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan penelusuran artikel melalui US National Library of Medicine, National Institute of Health dengan alamat
LARISMALARISMA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, serta fungsi derivasi dan infleksi dalam sistem morfologi bahasa Arab. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, serta fungsi derivasi dan infleksi dalam sistem morfologi bahasa Arab. Metode yang digunakan
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Using a descriptive-quantitative approach, data were gathered through surveys and external assessments to evaluate the gender sensitivity of ProtectedUsing a descriptive-quantitative approach, data were gathered through surveys and external assessments to evaluate the gender sensitivity of Protected
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Data dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kombinasi bahan pengisi menghasilkan tabletData dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kombinasi bahan pengisi menghasilkan tablet